Beranda / Lifestyle / Badan Mudah Berkeringat Meski Tidak Beraktivitas, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Badan Mudah Berkeringat Meski Tidak Beraktivitas, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

CORONGSUKABUMI.com – Berkeringat merupakan cara alami tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil. Saat cuaca panas atau setelah berolahraga, keluarnya keringat adalah hal yang normal. Namun, bagaimana jika tubuh tetap mengeluarkan banyak keringat meski hanya duduk santai, berada di ruangan ber-AC, atau bahkan saat tidak melakukan aktivitas apa pun?

Kondisi ini cukup sering dialami sebagian orang dan kerap menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melansir dari sejumlah sumber, dalam dunia medis, keringat yang keluar secara berlebihan dikenal dengan istilah hiperhidrosis, yaitu kondisi ketika tubuh memproduksi keringat lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk mengatur suhu tubuh.

Meski sering kali tidak berbahaya, tubuh yang mudah berkeringat juga bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan.

Hiperhidrosis, Penyebab yang Paling Sering

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), hiperhidrosis dibagi menjadi dua jenis, yaitu hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder.

Hiperhidrosis primer biasanya muncul tanpa penyebab yang jelas dan sering kali dipengaruhi oleh faktor keturunan. Kondisi ini umumnya terjadi pada telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau wajah.

Baca Juga :  Game atau Medsos? Ini yang Paling Besar Pengaruhnya pada Anak

Sementara hiperhidrosis sekunder terjadi akibat kondisi medis tertentu atau efek samping obat-obatan, sehingga keringat dapat muncul di hampir seluruh tubuh.

Cuaca dan Suhu Tubuh

Meski tidak sedang beraktivitas, suhu lingkungan yang panas dan lembap tetap dapat memicu produksi keringat.

Tubuh akan berusaha menurunkan suhu melalui penguapan keringat agar organ-organ di dalamnya tetap bekerja secara optimal.

Karena itu, seseorang bisa tetap berkeringat meski hanya duduk diam jika berada di lingkungan yang cukup panas.

Stres dan Kecemasan

Faktor psikologis juga memiliki peran besar dalam produksi keringat.

Saat seseorang merasa gugup, cemas, atau berada di bawah tekanan, sistem saraf akan merangsang kelenjar keringat untuk bekerja lebih aktif. Akibatnya, telapak tangan, wajah, atau ketiak dapat menjadi lebih basah meski tubuh tidak melakukan aktivitas fisik.

Kondisi ini merupakan respons alami tubuh terhadap stres.

Gangguan Hormon

Tubuh yang mudah berkeringat juga dapat berkaitan dengan perubahan hormon.

Beberapa kondisi yang diketahui dapat memicu keringat berlebih antara lain:

  • Hipertiroid atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Menopause.
  • Kehamilan.
  • Perubahan hormon pada masa pubertas.
Baca Juga :  Terlalu Banyak Pikiran Bisa Bahaya, Kenali Penyebab Overthinking dan Solusinya

Pada hipertiroid, misalnya, metabolisme tubuh meningkat sehingga seseorang lebih mudah merasa panas dan mengeluarkan keringat.

Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu

Beberapa jenis makanan dan minuman juga dapat merangsang produksi keringat.

Di antaranya:

  • Makanan pedas.
  • Minuman berkafein seperti kopi dan teh.
  • Minuman beralkohol.

Bagi sebagian orang yang sensitif, konsumsi makanan atau minuman tersebut dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat meski tidak sedang beraktivitas.

Efek Samping Obat

Menurut Mayo Clinic, beberapa jenis obat dapat menyebabkan keringat berlebih sebagai efek samping, seperti:

  • Antidepresan tertentu.
  • Obat penurun gula darah.
  • Obat untuk tekanan darah tinggi.
  • Beberapa jenis obat hormonal.

Jika keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan jangan menghentikan penggunaan obat tanpa arahan tenaga medis.

Kapan Harus Waspada?

Keringat berlebih tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan jika kondisi tersebut:

  • Muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.
  • Terjadi hampir setiap hari.
  • Mengganggu aktivitas atau kualitas tidur.
  • Disertai penurunan berat badan tanpa sebab.
  • Disertai demam, nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar.
Baca Juga :  Jelang Lebaran, Ini Tips Kelola Keuangan agar Tidak Boros

Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mengurangi Keringat Berlebih

Jika tidak disebabkan oleh penyakit tertentu, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi produksi keringat, antara lain:

  • Menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat.
  • Menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
  • Mengurangi konsumsi makanan pedas dan kafein jika menjadi pemicu.
  • Mengelola stres dengan olahraga atau teknik relaksasi.
  • Menjaga berat badan ideal.

Pada kasus hiperhidrosis yang cukup berat, dokter dapat merekomendasikan penggunaan antiperspiran khusus, obat-obatan, hingga tindakan medis tertentu sesuai kondisi pasien.

Jangan Abaikan Jika Terjadi Terus-Menerus

Tubuh yang mudah berkeringat memang sering dianggap sebagai hal biasa. Namun, jika terjadi secara berlebihan tanpa aktivitas fisik atau cuaca panas, kondisi tersebut patut diperhatikan.

Sebagian besar kasus disebabkan oleh faktor yang tidak berbahaya, seperti hiperhidrosis primer atau respons terhadap stres. Meski demikian, mengenali gejalanya sejak dini dan memeriksakan diri apabila disertai keluhan lain menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga.

sumber: berbagai sumber

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru