Beranda / Pemerintahan / Dinas PU Beberkan Strategi Tingkatkan Kemantapan Irigasi Sukabumi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Dinas PU Beberkan Strategi Tingkatkan Kemantapan Irigasi Sukabumi di Tengah Keterbatasan Anggaran

CORONGSUKABUMI.com – Kondisi jaringan irigasi di Kabupaten Sukabumi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Hingga pertengahan 2026, tingkat kemantapan irigasi yang masuk kategori baik baru mencapai 54 persen, sedangkan 46 persen lainnya masih memerlukan penanganan, termasuk kerusakan akibat bencana yang terjadi pada akhir 2024.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, mengatakan bencana longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah pada akhir 2024 menyebabkan kondisi beberapa daerah irigasi mengalami penurunan.

“Sementara kemantapan atau kondisi irigasi baik kita hanya 54 persen. Berarti ada 46 persen yang harus terus kita tangani,” ujar Uus Pirdaus, Selasa (7/7/2026).

Menurut Uus, dampak bencana tersebut membuat sejumlah jaringan irigasi mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.

Baca Juga :  Jalan Kabupaten Sukabumi Baru 62 Persen Mantap, Dinas PU Ungkap Kendalanya

“2024 karena bencana, sehingga Daerah Irigasi kita turun,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hadirnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi diharapkan mampu mempercepat peningkatan kemantapan daerah irigasi di Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting mengingat kemampuan fiskal daerah masih terbatas untuk membiayai pembangunan infrastruktur irigasi secara menyeluruh.

“Sukabumi adalah program strategis nasional bidang ketahanan pangan, sehingga Inpres 2 untuk pembangunan irigasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat banyak dilakukan di Sukabumi. Tahun ini ada beberapa DI yang ditangani oleh pusat. Karena apa? Karena fiskal kita terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggaran Rp4 Miliar Disiapkan Dinas PU Sukabumi untuk Perbaikan Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu

Uus menambahkan, peningkatan kondisi jaringan irigasi juga menjadi salah satu target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan kemantapan irigasi meningkat menjadi 55 persen.

“Yang jelas, hari ini kondisinya 54 persen, satu tahun target kita 1 persen,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Sukabumi tetap berkomitmen membangun dan memelihara jaringan irigasi dengan mengutamakan kualitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Irigasi yang berfungsi optimal diharapkan mampu menjaga pasokan air ke lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sawah.

“Dengan anggaran keterbatasan ini, tentu yang kita lakukan membangun yang berkualitas dan memelihara yang berkelanjutan. Ini harapan kita semua. Dengan irigasi berfungsi kemudian airnya sampai ke lahan yang ada dengan sendirinya produktivitas lahan baku kita meningkat,” tutur Uus.

Baca Juga :  Ramai Disorot Publik, Jalan Nasional Sukabumi Segera Diusulkan Dinas PU ke Pusat untuk Diperbaiki

Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga terus memperkuat pengelolaan jaringan irigasi melalui pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Mitra Cai.

Berbagai dukungan seperti perlindungan asuransi, insentif, hingga penyediaan sarana pendukung diberikan kepada kelompok tersebut agar mampu menjaga jaringan irigasi secara berkelanjutan sehingga usia layanannya lebih panjang.

“Irigasi adalah urat nadi para petani. Mereka diberdayakan, difasilitasi, dari mulai kesejahteraannya berupa asuransi, kemudian ada insentif, ada juga fasilitas berupa sarana yang dibutuhkan. Dengan harapan, ketika irigasi kita bangun, umurnya lebih panjang karena dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru