CORONGSUKABUMI.com – Permintaan uang Rp100 ribu disebut kembali disampaikan wartawan berinisial AS (46) kepada pihak SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, sehari sebelum aksinya mengamuk di sekolah tersebut viral di media sosial.
Kepala SDN 2 Sukaraja, Siti Julaeha, mengatakan uang itu diminta untuk pembayaran langganan media periode September 2026. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi pihak sekolah karena sejumlah alasan.
Siti menuturkan, saat AS datang pada Senin (31/8/2026), pihak sekolah belum mengambil dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selain itu, Siti mengaku tidak membawa uang karena dompetnya tertinggal di rumah.
βSaya cuma membawa uang Rp20 ribu. Demikian juga dengan para guru lainnya, ketika itu tidak sedang memegang uang,β kata Siti kepada awak media.
Pihak sekolah, kata Siti, sempat meminta AS datang kembali keesokan harinya. Namun, AS disebut tetap meminta uang tersebut dengan alasan untuk pengobatan anaknya.
βDia minta uang bulanan yang bulan September. Karena kan kita belum mengambil uang BOS, kita bilang βbesok ajaβ gitu. Tapi dia tetap kukuh dengan alasan buat berobat anaknya. Tapi kan kami memang ditanya guru-guru tidak ada yang bawa uang. Kebetulan saya juga ketinggalan dompet, cuma membawa uang Rp20 ribu,β ujar Siti.
Siti kemudian menyebut nominal uang yang menurutnya diminta AS secara rutin setiap bulan.
βRp100 ribu per bulan,β jelasnya.
Disebut Sering Meminta Uang
Siti mengungkapkan, permintaan uang tersebut menurutnya bukan satu-satunya. Ia menyebut AS beberapa kali meminta uang kepada pihak sekolah dengan berbagai alasan di luar pembayaran bulanan.
Namun, pihak sekolah disebut tidak selalu memenuhi permintaan tersebut.
βTerus kadang di luar itu sering meminta uang, dengan berbagai alasan, minta anting buat anaknya lah, gitu. Kadang orang tuanya misalnya mau 40 hari atau haul orang tuanya, atau misalnya dia mau hajat, gitu. Tapi kita tidak pernah memberi,β pungkasnya.
Permintaan uang itu mencuat setelah aksi AS di lingkungan SDN 2 Sukaraja beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, AS terlihat berbicara dengan nada tinggi dan menunjuk-nunjuk guru di ruang guru.
Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kepsek Mengaku Guru Ketakutan
Di balik kejadian tersebut, Siti mengungkap adanya dugaan intimidasi yang disebut telah terjadi berulang kali. Pengakuan itu disampaikannya saat bertemu Bupati Sukabumi Asep Japar di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Cikembar, Selasa (1/9/2026).
Menurut Siti, kedatangan AS ke sekolah beberapa kali membuat guru merasa takut. Ia bahkan menyebut para guru mengalami trauma.
βKami tuh kalau datang dia ke sekolah, kami ketakutan karena sering mengamuk dan mengancam. Meminta jatah bulanan dengan berbagai alasan. Karena jika tidak dikasih pasti mengamuk,β ungkap Siti.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat pihak sekolah merasa terintimidasi.
βKami pihak sekolah merasa terintimidasi oleh AS selama ini. Kami ketakutan, bahkan para guru trauma kalau ada AS,β ujarnya.
Pengawas Bina SD Kecamatan Sukaraja, Ahmad Yani, mengatakan kejadian serupa disebut bukan kali pertama terjadi di lingkungan sekolah.
βIni bukan kali pertama terjadi, saya suka kasihan kepada sekolah-sekolah. Mudah-mudahan hal ini menjadi pelajaran di kemudian hari. Atas arahan Pak Kadisdik, alhamdulillah tindakan ini sudah diserahkan pada proses hukum,β ungkap Ahmad Yani.
Bupati Sukabumi Mengecam
Bupati Sukabumi Asep Japar mengecam tindakan kekerasan maupun intimidasi yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Menurut Asep, persoalan tersebut dapat memberikan dampak terhadap guru sekaligus kondisi psikologis siswa.
βSaya mengecam kekerasan di dunia pendidikan karena akan mengganggu psikis anak-anak. Saya juga meminta ibu tetap sabar, biarkan proses ini menjadi ranah hukum,β kata Asep Japar.
Ia juga menilai tindakan orang yang mengaku sebagai wartawan namun melakukan intimidasi dapat mencoreng profesi jurnalistik.
βIni bukan hanya mengganggu pendidikan, tapi akan mengganggu tugas jurnalistik atau media yang betul-betul menjalankan profesinya,β ujarnya.
AS Diamankan Polisi
AS sebelumnya diamankan kepolisian setelah aksinya di SDN 2 Sukaraja viral di media sosial.
Polisi melakukan pemeriksaan terhadap warga Sukaraja tersebut, termasuk tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan AS positif narkoba jenis sabu.
Kasus tersebut kini ditangani melalui proses hukum. Sementara dugaan permintaan uang dan intimidasi terhadap pihak sekolah masih bersumber dari keterangan pihak sekolah dan akan dikaitkan dengan hasil penyelidikan kepolisian.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Oknum Wartawan Sukabumi yang Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Disebut Minta Uang Rp100 Ribu Tiap Bulan










