Beranda / Daerah / 86 Kejadian Karhutla di Sukabumi sejak September hingaa Pertengahan Oktober 2026, Paling Banyak Cibadak

86 Kejadian Karhutla di Sukabumi sejak September hingaa Pertengahan Oktober 2026, Paling Banyak Cibadak

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukabumi terus menjadi perhatian di tengah kondisi musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 86 kejadian sejak September hingga pertengahan Oktober 2026, dengan Kecamatan Cibadak menjadi wilayah paling banyak mengalami kebakaran.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi, Cibadak mencatat sembilan kejadian karhutla, disusul Kecamatan Ciemas dengan delapan kejadian. Puluhan peristiwa tersebut tersebar di 30 kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Adapun wilayah yang tercatat mengalami karhutla meliputi Cibadak, Kabandungan, Cireunghas, Simpenan, Purabaya, Bantargadung, Cidahu, Sukalarang, Cisaat, Cidadap, Gegerbitung, Kalapanunggal, Gunungguruh, Ciambar, Cikidang, Kebonpedes, Ciemas, Sagaranten, Kalibunder, Lengkong, Nagrak, Pabuaran, Cidolog, Nyalindung, Surade, Parakansalak, Warungkiara, Waluran, Ciracap, dan Cimanggu.

Baca Juga :  Ngamuk di Sekolah Berujung Ditangkap Polisi, Oknum Wartawan di Sukabumi Ternyata Positif Sabu

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan sebagian besar kejadian karhutla dipicu aktivitas manusia, baik karena kelalaian maupun tindakan yang disengaja.

Salah satu pemicu kebakaran adalah aktivitas membakar sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Kondisi tersebut membuat api berpotensi merambat ke area sekitarnya dan memicu kebakaran yang lebih luas.

“Di antaranya orang bakar sampah tidak ditunggu,” kata Daeng.

Baca Juga :  Geger! Penemuan Mayat Tanpa Identitas dalam Bak Mandi di Cibadak Sukabumi

Selain pembakaran sampah, puntung rokok yang masih menyala dan dibuang sembarangan ke area rerumputan kering juga menjadi salah satu pemicu kebakaran. BPBD turut mendapati kejadian yang diduga disebabkan oleh tindakan sengaja dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ada juga penyebab kejadian diduga adanya tangan jahil yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Daeng menjelaskan, kondisi musim kemarau membuat vegetasi kering, seperti alang-alang, rumpun bambu, dan dedaunan, lebih mudah terbakar. Tiupan angin juga dapat mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran berpotensi meluas ke area di sekitarnya.

Baca Juga :  Perahu Nelayan 'Sinar Pagi' Terbakar di Perairan Pangumbahan Sukabumi, 1 Orang Selamat Usai Lompat ke Laut

Dampak kebakaran yang terjadi memiliki skala beragam. Luas lahan yang terbakar dalam satu kejadian tercatat mulai dari sekitar 150 meter persegi hingga mencapai 25 hektare.

Sementara itu, total kerugian akibat 86 kejadian karhutla tersebut masih dalam proses penghitungan. Hingga pertengahan Oktober 2026, BPBD Kabupaten Sukabumi belum menetapkan angka pasti mengenai nilai kerugian yang ditimbulkan.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Karhutla di Sukabumi Capai 86 Kejadian sejak September hingga Pertengahan Oktober 2026, Cibadak Paling Banyak

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru