CORONGSUKABUMI.com β Saat tersangka atau terdakwa kasus hukum ditampilkan di hadapan publik, masyarakat kerap memperhatikan warna rompi tahanan yang dikenakan. Ada yang berwarna pink, oranye, hingga merah.
Tak sedikit yang mengira perbedaan warna tersebut menunjukkan tingkat berat-ringannya kejahatan yang dilakukan. Padahal, warna rompi tahanan umumnya lebih berkaitan dengan instansi yang menangani perkara atau klasifikasi tahanan dalam proses hukum.
Rompi Pink Umumnya Identik dengan Kejaksaan
Rompi tahanan berwarna pink sering terlihat dikenakan oleh tersangka kasus yang ditangani bidang tindak pidana khusus di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, terutama perkara korupsi. Warna ini menjadi salah satu identitas tahanan yang berada dalam penanganan kejaksaan pada kasus pidana khusus.
Karena itu, publik sering melihat tersangka kasus korupsi yang ditangani kejaksaan menggunakan rompi berwarna pink saat proses pelimpahan atau penahanan.
Namun, warna pink tidak selalu berarti seseorang telah terbukti bersalah. Pada tahap tersebut, yang bersangkutan masih berstatus tersangka atau terdakwa dan tetap memiliki asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Rompi Oranye Banyak Digunakan untuk Identifikasi Tahanan
Sementara itu, rompi oranye lebih banyak digunakan sebagai pakaian tahanan yang memudahkan identifikasi oleh petugas. Warna yang mencolok membuat tahanan lebih mudah dikenali saat proses pengawalan maupun pemindahan.
Di Indonesia, rompi oranye cukup identik dengan tahanan yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Bahkan rompi tahanan KPK memiliki ciri khas berupa garis hitam yang mudah dikenali masyarakat.
Selain itu, rompi oranye juga pernah digunakan dalam beberapa proses penahanan oleh kepolisian dan lembaga pemasyarakatan.
Ada Juga Rompi Merah
Selain pink dan oranye, masyarakat juga kerap melihat rompi tahanan berwarna merah.
Di lingkungan kejaksaan, rompi merah umumnya digunakan untuk tahanan perkara pidana umum, seperti kasus penganiayaan, pencurian, penipuan, atau tindak pidana umum lainnya.
Karena itu, warna rompi tidak selalu menunjukkan berat atau ringannya suatu perkara, melainkan lebih kepada klasifikasi penanganan dan identifikasi tahanan.
Bukan Penentu Seseorang Bersalah atau Tidak
Penting dipahami bahwa penggunaan rompi tahanan tidak berarti seseorang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.
Rompi tersebut berfungsi sebagai identitas tahanan selama proses hukum berlangsung, baik saat penyidikan, penuntutan, maupun penahanan sesuai kewenangan lembaga yang menangani perkara.
Karena itu, meskipun sering menjadi perhatian publik, warna rompi tahanan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem identifikasi dan administrasi dalam proses penegakan hukum.
sumber: berbagai sumber









