CORONGSUKABUMI.com – Keberlanjutan program bantuan dari pemerintah pusat dinilai penting untuk menopang kehidupan ribuan nelayan di Kabupaten Sukabumi. Terlebih, daerah tersebut memiliki hampir 10.000 nelayan yang menggantungkan penghidupan dari sektor kelautan dan perikanan.
Harapan itu disampaikan Bupati Sukabumi Asep Japar saat menghadiri puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Rabu (4/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Asep berharap KKP terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Nelayan Sukabumi jumlahnya hampir 10.000. Dari mana lagi kalau misalkan tidak dibantu dengan Kementerian Kelautan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung kondisi anggaran daerah pada 2026 yang mengalami efisiensi hingga hampir Rp1 triliun. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam mendorong berbagai program pembangunan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
“Mudah-mudahan Pak Menteri tidak bosan-bosan memberikan dukungan dan sumbangan untuk Kabupaten Sukabumi, khususnya untuk para nelayan Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Asep berharap KKP kembali memberikan bantuan pada 2027 agar berbagai program pengembangan perikanan di Kabupaten Sukabumi dapat terus berjalan.
Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah keberadaan KNMP Ciwaru. Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung aktivitas nelayan, tetapi juga berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi perikanan di wilayah pesisir.
Menurut Asep, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Sektor ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat sekaligus memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah.
Ia menyebut pembangunan KNMP Ciwaru merupakan langkah penting dalam mendorong pengembangan kawasan pesisir. Berbagai fasilitas yang telah dibangun diharapkan mampu menunjang aktivitas perikanan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Melalui berbagai fasilitas pendukung yang telah dibangun, kami berharap KNMP Ciwaru dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi, sekaligus contoh pengembangan kawasan perikanan yang produktif, modern, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Asep.
Meski demikian, ia menilai keberhasilan pengembangan KNMP tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Penguatan kelembagaan, tata kelola koperasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga optimalisasi operasional sarana yang tersedia juga harus menjadi perhatian.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyatakan siap memperkuat sinergi dengan KKP agar pengembangan KNMP Ciwaru dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Melalui pengelolaan yang baik, kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memperkuat ekonomi keluarga nelayan.
Kegiatan puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan tersebut turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, anggota DPR RI Slamet, sejumlah pejabat KKP, para nelayan, serta tamu undangan lainnya.
Asep berharap KNMP Ciwaru dapat menjadi salah satu titik awal penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Keberadaannya diharapkan tidak hanya berdampak terhadap peningkatan produktivitas perikanan, tetapi juga membuka kesempatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.
“Dari Ciwaru kita bangun optimisme baru bagi masa depan nelayan Indonesia. Dari pesisir Sukabumi kita wujudkan sektor kelautan dan perikanan yang maju, mandiri, dan menyejahterakan sebagai salah satu ikhtiar untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” pungkasnya.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Ada Hampir 10 Ribu Nelayan di Sukabumi, Bupati Asep Japar Harap KKP Tak Bosan Beri Dukungan Program










