Beranda / Pemerintahan / Akses Warga Mulai Pulih, 14 Jembatan Terdampak Bencana di Sukabumi Sudah Diperbaiki

Akses Warga Mulai Pulih, 14 Jembatan Terdampak Bencana di Sukabumi Sudah Diperbaiki

CORONGSUKABUMI.com – Pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Sukabumi terus dilakukan. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 14 jembatan yang sebelumnya rusak akibat bencana telah berhasil ditangani, sehingga akses warga di sejumlah wilayah perlahan kembali normal.

Perbaikan tersebut dilakukan melalui skema pendanaan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, hingga swadaya masyarakat.

Pemulihan jembatan menjadi bagian penting dalam mengembalikan aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. Sebab, keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses warga menuju fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan penanganan jembatan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran pemerintah serta tingkat urgensi masing-masing wilayah.

β€œHingga saat ini sekitar 14 jembatan telah berhasil ditangani, baik melalui APBD, bantuan CSR, maupun swadaya masyarakat. Hari ini kami kembali mendapatkan dukungan CSR untuk pembangunan jembatan ini. Tentu hal tersebut patut diapresiasi,” ujar Sendi.

Baca Juga :  Pria Lansia di Sukabumi Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 13 Tahun hingga Hamil 7 Bulan

Sendi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri musyawarah rencana pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding yang akan menghubungkan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, pada Juli lalu.

Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, masih terdapat sejumlah jembatan yang membutuhkan penanganan. Dari total 41 jembatan yang terdampak bencana, sebanyak 23 jembatan mengalami kerusakan berat dan membutuhkan rehabilitasi secara menyeluruh.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Keterbatasan kemampuan fiskal membuat pembiayaan perbaikan infrastruktur tidak dapat sepenuhnya mengandalkan APBD.

Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat dinilai menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pemulihan akses, terutama pada wilayah yang membutuhkan penanganan segera.

Menurut Sendi, keterlibatan berbagai pihak juga dapat menjaga kesinambungan pembangunan infrastruktur di tengah banyaknya kebutuhan perbaikan di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabar 17 Mei 2026, Cerah Berawan Mendominasi

Selain jembatan yang rusak akibat bencana, pemerintah daerah juga menghadapi persoalan jembatan lama yang kondisi konstruksinya mulai mengalami penurunan. Hal tersebut membuat kebutuhan rehabilitasi infrastruktur jembatan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Salah satu infrastruktur yang kini tengah dipersiapkan adalah Jembatan Gantung Leuwidingding. Jembatan ini dinilai memiliki nilai strategis karena akan membuka akses penghubung bagi masyarakat di dua kecamatan.

Jembatan tersebut direncanakan memiliki bentang sekitar 84 meter. Dengan ukuran tersebut, Jembatan Gantung Leuwidingding berpotensi menjadi jembatan gantung dengan bentang terpanjang di Kabupaten Sukabumi.

β€œKalau berdasarkan data kami, ini akan menjadi jembatan gantung paling panjang di Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar jembatan lainnya memiliki bentang sekitar 30 sampai 40 meter,” katanya.

Untuk mendukung rencana pembangunan, Disperkim telah menyiapkan sejumlah dokumen teknis, mulai dari Detail Engineering Design (DED), gambar teknis, dokumen perizinan, hingga fasilitasi kepada masyarakat.

Baca Juga :  Rumah Ambruk, Lansia di Ciemas Sukabumi Terpaksa Mengungsi ke Warung Kerabat

Sementara itu, berdasarkan perhitungan awal pemerintah daerah pada 2025, kebutuhan anggaran pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.

Nilai kebutuhan anggaran tersebut masih dapat berubah karena akan disesuaikan dengan hasil kajian teknis serta desain akhir pembangunan.

Bagi Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah luas dengan kondisi geografis dan topografi beragam, keberadaan infrastruktur penghubung menjadi salah satu faktor penting dalam pemerataan pembangunan.

Jembatan yang aman dan layak digunakan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju pusat pelayanan publik, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di berbagai pelosok daerah.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun berharap semangat kolaborasi dan gotong royong dalam pemulihan jembatan dapat terus dipertahankan. Tidak hanya dalam proses pembangunan, tetapi juga dalam menjaga dan merawat infrastruktur setelah selesai digunakan masyarakat.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru