Beranda / Parlemen / Ketua Komisi II DPRD Soroti Pesan Panglima TNI, Sukabumi Didorong Perkuat Ketahanan Daerah

Ketua Komisi II DPRD Soroti Pesan Panglima TNI, Sukabumi Didorong Perkuat Ketahanan Daerah

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Ketahanan sebuah daerah kini tidak cukup hanya dibangun melalui aspek pertahanan dan keamanan. Infrastruktur, tata ruang, lingkungan, sumber daya air hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

Hal tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita menyusul pesan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam peringatan HUT ke-81 TNI yang menyoroti ancaman hibrida, disrupsi teknologi hingga potensi bencana.

Menurut Hamzah, kondisi tersebut relevan dengan Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah geografis luas serta menghadapi beragam tantangan pembangunan dan kebencanaan.

β€œPesan Panglima TNI ini sangat relevan dengan kondisi daerah. Ancaman hari ini tidak selalu datang dalam bentuk konflik bersenjata. Ada ancaman bencana, gangguan infrastruktur, persoalan lingkungan, disrupsi teknologi, sampai ancaman di ruang informasi,” ujar Dewan Hamzah, Senin (5/10/2026).

Ia menegaskan, ketahanan nasional harus dibangun mulai dari daerah. Sebab, ketika infrastruktur tidak siap, tata ruang tidak terkendali, lingkungan rusak atau komunikasi publik terganggu, maka yang terdampak langsung adalah masyarakat.

β€œKetahanan itu harus dibangun dari bawah. Daerah harus punya infrastruktur yang kuat, tata ruang yang tertib, sumber daya air yang terkelola, lingkungan yang terjaga, serta sistem komunikasi yang mampu mendukung masyarakat dan pemerintah ketika menghadapi situasi darurat,” tegasnya.

Baca Juga :  Video: Truk Bermuatan Genteng Tabrak Rumah Warga di Jampangkulon Sukabumi, Dua Motor Tertimbun Reruntuhan

Pesan tersebut sejalan dengan amanat Panglima TNI dalam peringatan HUT ke-81 TNI yang menyoroti semakin kompleksnya lingkungan strategis akibat dinamika geopolitik, perkembangan teknologi dan ancaman hibrida.

Dalam amanat tersebut, TNI juga didorong memperkuat budaya PRIMA, yakni profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif.

Bagi Hamzah, nilai PRIMA tersebut juga dapat menjadi prinsip dalam membangun kolaborasi di tingkat daerah.

Terlebih, Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi membidangi sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan daya tahan wilayah, mulai dari perhubungan, komunikasi dan persandian, tata ruang, pekerjaan umum, sumber daya air, perumahan dan kebersihan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertambangan, energi, lingkungan hidup, pemadam kebakaran hingga kehutanan, khususnya hutan konservasi.

β€œIni bukan sektor yang berdiri sendiri. Jalan berkaitan dengan mobilitas, tata ruang berkaitan dengan keselamatan, sumber daya air berkaitan dengan ketahanan pangan dan bencana, lingkungan berkaitan dengan keberlanjutan, sementara komunikasi dan teknologi berkaitan dengan bagaimana pemerintah merespons perubahan zaman,” jelasnya.

Ia menilai, Kabupaten Sukabumi membutuhkan pola kerja yang semakin terintegrasi antara pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, BPBD, Damkar dan seluruh unsur masyarakat.

Menurutnya, sinergi bukan sekadar jargon dalam pembangunan, melainkan kebutuhan ketika daerah menghadapi persoalan yang semakin kompleks.

β€œKalau kita berbicara tentang ketahanan daerah, tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. TNI tidak bisa sendiri, Polri tidak bisa sendiri, DPRD juga tidak bisa sendiri. Semua harus berada dalam satu orkestrasi kebijakan yang jelas dan terukur,” katanya.

Baca Juga :  Catatan Fraksi Golkar Soal APBD 2024: Soroti PAD, Belanja Prioritas, dan Teknologi Keuangan

Hamzah juga menyoroti persoalan kebencanaan yang menjadi salah satu tantangan serius Sukabumi, terutama ketika memasuki musim hujan.

Menurutnya, kesiapsiagaan harus dimulai sebelum bencana terjadi, bukan setelah masyarakat menjadi korban.

β€œJangan sampai kita baru bergerak ketika bencana sudah terjadi. Infrastruktur harus disiapkan, jalur evakuasi harus jelas, komunikasi harus berjalan, peralatan harus tersedia dan koordinasi antarinstansi harus sudah siap. Prinsipnya adalah mitigasi dan kesiapsiagaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur juga harus ditempatkan dalam kerangka ketahanan wilayah. Pembangunan jalan, jembatan, drainase, irigasi maupun pengelolaan sumber daya air tidak semata-mata mengejar pembangunan fisik, tetapi harus memperhitungkan risiko dan keberlanjutan.

β€œSetiap pembangunan harus punya perspektif ketahanan. Jangan hanya berpikir selesai dibangun, tetapi harus dipikirkan apakah infrastrukturnya mampu menghadapi risiko bencana, apakah manfaatnya berkelanjutan dan apakah benar-benar memperkuat kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi juga dinilai membutuhkan perhatian serius. Hamzah menyebut masyarakat kini menghadapi ruang digital yang bergerak sangat cepat, sehingga literasi dan ketahanan informasi menjadi bagian dari ketahanan daerah.

Baca Juga :  Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Pemkab Sukabumi Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

β€œTeknologi harus kita manfaatkan untuk memperkuat pelayanan dan pembangunan, tetapi kita juga harus sadar ada risiko di dalamnya. Pemerintah harus adaptif, masyarakat harus semakin cerdas menerima informasi, dan sistem komunikasi pemerintah harus mampu memberikan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya,” katanya.

Hamzah menilai semangat HUT ke-81 TNI dengan tema TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur memiliki makna strategis bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, kekuatan TNI bersama rakyat harus diterjemahkan dalam bentuk kolaborasi nyata untuk menghadapi persoalan masyarakat.

β€œMakna TNI bersama rakyat itu harus kita implementasikan dalam kerja nyata. Ketika ada bencana, kita bersama. Ketika membangun infrastruktur, kita bersinergi. Ketika menjaga lingkungan dan sumber daya alam, kita bergerak bersama. Karena pada akhirnya yang ingin kita jaga adalah masyarakat dan masa depan daerah,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Kementerian Pertahanan, ancaman hibrida merupakan gabungan ancaman militer dan nonmiliter yang dapat berlangsung secara bersamaan untuk menyerang suatu negara.

Ancaman tersebut dapat memadukan cara konvensional dan nonkonvensional dalam berbagai dimensi. Bentuknya antara lain serangan siber, penyebaran berita bohong atau hoaks untuk memecah belah masyarakat, gangguan terhadap keuangan atau pasokan energi, propaganda dan pembentukan opini publik, hingga penggunaan kekuatan proksi untuk menghadapi kepentingan negara.

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

This error message is only visible to WordPress admins

Error 403: The request cannot be completed because you have exceeded your quota..

Domain code: youtube.quota
Reason code: quotaExceeded

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru