Umar terdiam sejenak. Matanya berkaca-kaca, lalu mengangguk pelan. Ia tidak menyangka, ada wakil rakyat yang datang langsung ke rumahnya, menanyakan kabarnya tanpa sekat.
Di sisi lain, Leni menegaskan bahwa PKS ingin memperlihatkan politik yang berpihak, bukan sekadar bicara di ruang sidang.
βKang Umar adalah potret pejuang ekonomi rakyat. Kami datang karena peduli, karena politik sejatinya adalah tentang kemanusiaan,β tambahnya.
Keluarga Umar tampak terharu. Bagi mereka, kunjungan itu bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian. Umar sendiri mengaku mendapat kekuatan baru, bukan hanya untuk sembuh, tetapi juga untuk kembali menatap masa depan dengan lebih berani.
Kunjungan pagi itu berakhir dengan doa bersama. Rombongan Fraksi PKS berpamitan, meninggalkan pesan bahwa rakyat tidak pernah sendiri. Umar pun tersenyum tipis, sebuah tanda bahwa harapan masih hidup di tengah luka dan keterbatasan yang kini harus dijalaninya.










