Beranda / Daerah / Misteri Jasad Perempuan di Karanghawu Mengarah pada ODGJ, Begini Penjelasan Polisi

Misteri Jasad Perempuan di Karanghawu Mengarah pada ODGJ, Begini Penjelasan Polisi

CORONGSUKABUMI.com – Jasad perempuan tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mulai menemukan titik terang. Polisi menduga perempuan tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sebelumnya sempat terlantar dan berpindah-pindah di kawasan Palabuhanratu hingga Cisolok.

Dugaan itu muncul setelah Tim Inafis Satreskrim Polres Sukabumi menemukan kesesuaian antara ciri fisik jasad dengan keterangan tenaga medis yang beberapa hari sebelumnya sempat memberikan pertolongan kepada seorang perempuan terlantar.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan adanya kesamaan ciri antara perempuan yang sempat ditangani tenaga medis dengan jasad yang ditemukan di pesisir Cisolok.

“Betul, informasi dan hasil penelusuran dari tim identifikasi memang seperti itu. Ciri-cirinya identik dengan jasad perempuan yang ditemukan pada Jumat pagi kemarin di pesisir Cisolok,” ungkap Iptu Dudi Suharyan, Selasa kemarin (1/9/2026).

Salah satu petunjuk berasal dari seorang perawat Puskesmas Cikakak bernama Lutfi. Ia mengaku sempat memberikan pertolongan kepada seorang perempuan terlantar di kawasan Grand Inna Samudra Beach Hotel (SBH) pada Rabu (26/8/2026).

Baca Juga :  Lewat Pelatihan dan Sertifikasi P3A Mitra Cai, Dinas PU Sukabumi Perkuat Sistem Irigasi Pertanian

Saat itu, Lutfi mendapat laporan dari petugas keamanan hotel mengenai seorang perempuan yang tergeletak dalam kondisi lemas. Perempuan tersebut disebut sudah berada di kawasan hotel sejak pagi.

“Awalnya ada laporan dari satpam Grand Inna bahwa ada ODGJ yang sedang sakit dan tidak berdaya. Menurut laporan satpam, dia sudah ada di Grand Inna sejak pagi,” kata Lutfi saat ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Lutfi kemudian mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi perempuan tersebut. Dari pemeriksaan, ia menemukan luka pada bagian pelipis.

Perempuan itu saat ditanya mengaku luka tersebut terjadi karena terjatuh.

“Setelah dilihat, ada luka di bagian pelipis, seperti robek sedikit. Menurut ODGJ tersebut, lukanya karena jatuh,” ujarnya.

Luka pada pelipis kemudian mendapat penanganan menggunakan perlengkapan pertolongan pertama yang tersedia. Setelah memberikan perawatan, Lutfi kembali menjalankan tugasnya di Puskesmas Cikakak.

Baca Juga :  Tingkatkan Motivasi, Calon Paskibraka 2024 Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi

Namun, setelah itu ia tidak lagi mengetahui keberadaan perempuan tersebut. Berdasarkan keterangan petugas keamanan hotel, perempuan itu kemudian meninggalkan kawasan Grand Inna dan berjalan ke arah Cisolok.

Informasi mengenai pergerakan perempuan tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian penelusuran polisi untuk memastikan apakah ia merupakan sosok yang jasadnya ditemukan di pesisir Pantai Karanghawu.

Lutfi juga masih mengingat beberapa ciri yang dikenakan perempuan tersebut saat ditemuinya. Ketika itu, perempuan tersebut disebut mengenakan celana pendek dan membawa tas selempang.

“Kalau tidak salah pakai tas saja, tas selempang, pake cincin, tapi engga jelas kondisi cincinnya,” katanya.

Petunjuk lain turut ditemukan dari sejumlah aksesori yang melekat pada jasad perempuan tersebut. Polisi menemukan rantai pada bagian perut dengan bandul batu akik, jam tangan analog, gelang, kalung, serta beberapa tato pada tubuh.

Berbagai ciri tersebut kini dicocokkan dengan informasi yang telah dikumpulkan polisi, termasuk keterangan tenaga medis yang sebelumnya sempat menangani perempuan terlantar di kawasan Palabuhanratu dan Cisolok.

Baca Juga :  Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kadis Perkim Sukabumi Apresiasi Komitmen Kejaksaan Menjaga Integritas

Meski sejumlah petunjuk mulai mengarah kepada sosok perempuan yang sebelumnya ditemukan terlantar, polisi belum menetapkan identitas korban secara resmi. Proses penelusuran dan pencocokan data masih dilakukan.

Sebelumnya, jasad perempuan tanpa identitas tersebut telah dimakamkan oleh petugas RSUD Palabuhanratu di TPU Batu Sapi. Pemakaman dilakukan setelah tidak ada keluarga yang datang untuk mengambil jasad maupun memberikan informasi mengenai identitas korban.

Polisi masih membuka kemungkinan adanya keluarga atau masyarakat yang mengenali korban berdasarkan ciri fisik maupun aksesori yang dikenakannya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri fisik maupun aksesori yang sesuai, segera melapor ke Mapolsek Cisolok atau Satpolairud Polres Sukabumi,” kata Dadi.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Misteri Mayat Perempuan di Karanghawu, Polisi Temukan Jejak ODGJ Sebelum Meninggal

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru