CORONGSUKABUMI.com – Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 yang digelar di Lido Resort, Bogor, pada Senin (20/4/2026), Andri Hidayana resmi terpilih sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sukabumi periode 2026–2030 dengan aklamasi.
Pemilihan tersebut mencerminkan kuatnya konsolidasi internal partai serta minimnya perpecahan menjelang penentuan kepemimpinan baru.
Pemilihan secara aklamasi ini menandai sebuah pencapaian penting bagi PPP Sukabumi, yang menunjukkan soliditas dan keharmonisan dalam struktur partai. Keputusan ini bukanlah hasil yang datang begitu saja; sejak pra-Muscab yang digelar di Ciemas pada Maret 2026, dukungan terhadap Andri sudah menguat.
Pada pra-Muscab tersebut, struktur partai, dari tingkat PAC hingga DPC, mulai menunjukkan kecenderungan dukungan yang serupa. Forum tersebut menjadi ruang bagi penjajakan kandidat sekaligus wadah bagi konsolidasi awal, yang mempertemukan berbagai kepentingan internal partai. Melalui komunikasi yang intens dan penyamaan strategi, pondasi aklamasi bagi Andri semakin kokoh.
Dengan demikian, Muscab ke-10 ini lebih merupakan formalitas dari kesepakatan politik yang telah terjalin sebelumnya.
Konsolidasi Internal dan Ambisi Politik
Pemilihan Andri Hidayana bukan hanya soal penerimaan jabatan, melainkan juga membawa konsekuensi politik yang besar. PPP Sukabumi kini dihadapkan pada target ambisius, baik dalam meningkatkan perolehan kursi legislatif di daerah maupun berusaha untuk membangkitkan kembali kekuatan partai di kancah nasional.
Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC sebelumnya, Andri memiliki keunggulan dalam hal pengalaman dan pemahaman mendalam tentang struktur partai. Terlibat langsung dalam proses konsolidasi pasca-kepemimpinan sebelumnya, Andri dianggap berhasil menjaga stabilitas partai dalam fase krusial tersebut.
Andri juga telah menunjukkan kemampuan untuk menggerakkan kader dalam menghadapi tantangan besar, seperti peningkatan perolehan suara dan penguatan basis partai dalam Pemilu 2029.
Tantangan yang Menghadang
Meski terpilih secara aklamasi, tantangan besar tetap menanti Andri dan kepengurusannya. Konsolidasi internal harus tetap dijaga agar semangat dan kekompakan yang terbentuk tidak hanya berhenti pada momentumnya, tetapi dapat diterjemahkan dalam kerja nyata.
PPP Sukabumi juga harus mampu memperluas dukungan dan meningkatkan daya saing di tengah kompetisi politik lokal yang semakin ketat. Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan daerah, peran PPP sangat strategis, dengan tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan politik dan kontribusi nyata dalam pembangunan.
Muscab ke-10 PPP Kabupaten Sukabumi bukan sekadar agenda rutin, melainkan titik awal bagi kepemimpinan Andri Hidayana untuk membuktikan apakah konsolidasi yang telah dibangun sejak pra-Muscab dapat menjadi kekuatan politik yang konkret di masa depan.
Dengan target besar di depan mata, PPP Sukabumi berada di persimpangan penting untuk menunjukkan kemampuannya dalam mengelola kekuatan politik dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di tingkat daerah.
Sumber Jubirtvnews.com: Aklamasi, Andri Hidayana Terpilih Jadi Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi 2026–2030










