Beranda / Daerah / Polemik Lahan Dapur MBG di Cibadak Memanas, Massa Desak Operasional Dihentikan

Polemik Lahan Dapur MBG di Cibadak Memanas, Massa Desak Operasional Dihentikan

CORONGSUKABUMI.com – Desakan penghentian operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi menguat setelah mencuat dugaan penipuan lahan yang kini bergulir ke ranah hukum. Massa mendatangi lokasi dan menuntut aktivitas dapur dihentikan sementara hingga persoalan kepemilikan lahan benar-benar tuntas, Kamis (23/04/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh laporan Siti Eni Nuraeni yang mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Ia menyatakan lahan yang telah dibeli dan dibangun secara mandiri untuk kebutuhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) justru diduga dialihkan dan dijual kembali secara sepihak kepada pihak lain.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, turun langsung menemui massa dan mengikuti audiensi bersama Forkopimcam Cibadak. Ia mengakui bahwa operasional Satuan Pelayanan Gizi (SPG) di lokasi tersebut saat ini terhambat persoalan hukum yang serius.

Baca Juga :  Gempabumi M4.4 Guncang Wilayah Kabupaten Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG

β€œHari ini kami melaksanakan audiensi dengan Forkopimcam dan pihak pelapor. Intinya, hal ini akan segera saya laporkan ke kantor KPP Bogor dan BGN pusat agar secepatnya ada keputusan terkait proses yang akan dijalankan,” ujar Sandi kepada awak media.

Ia menjelaskan, polemik bermula dari sengketa lahan antara pelapor dan terlapor. Proses awal, kata dia, dilakukan melalui verifikasi dokumen oleh pihak pusat berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diunggah.

β€œKami di wilayah menerima ketika sudah diverifikasi di pusat. Namun di lapangan muncul polemik sengketa lahan yang saat ini sedang dalam proses hukum di Polres Sukabumi,” tambahnya.

Baca Juga :  Video: Kronologi Truk Muatan Tanah Tabrak Warung Mie Ayam di Cibadak Sukabumi

Menanggapi tuntutan warga untuk menghentikan operasional dapur, Sandi menegaskan keputusan tersebut berada di tingkat pusat. Ia mengaku akan segera membawa langsung aspirasi tersebut.

β€œKeputusan suspend ada di BGN pusat. Saya akan menghadap pimpinan pada Sabtu besok untuk menyampaikan langsung persoalan ini. Mudah-mudahan segera ada langkah bersama untuk menyelesaikannya,” tegasnya.

Sementara itu, Siti Eni Nuraeni menegaskan tuntutannya agar operasional dapur dihentikan sementara selama proses hukum berjalan, sekaligus mendorong percepatan penanganan perkara oleh aparat penegak hukum.

β€œTuntutan kami jelas, suspend dulu dapurnya. Kami tidak ingin program nasional ini berdiri di atas tanah yang bermasalah. Alhamdulillah, hari ini sudah ada pemanggilan terhadap terlapor dan saksi-saksi oleh Polres Sukabumi,” ujarnya.

Ia juga menduga adanya praktik penjualan lahan secara sepihak yang melibatkan kerja sama dengan oknum tertentu, sehingga kasus ini semakin menyita perhatian publik.

Baca Juga :  Disperkim Sukabumi Optimistis Penataan Lingkungan Meningkat Usai Jembatan Garuda

Di sisi lain, pihak BGN menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus agar tidak mengganggu jalannya program nasional, sembari tetap menghormati proses hukum yang berjalan serta hak-hak pihak yang dirugikan.

Setelah audiensi berlangsung, situasi di lokasi berangsur kondusif. Massa membubarkan diri usai mendapat jaminan bahwa aspirasi mereka akan disampaikan ke tingkat pusat dalam waktu dekat. Meski demikian, tekanan publik dipastikan belum surut hingga ada kepastian hukum dan keputusan resmi terkait operasional dapur MBG di lahan yang disengketakan tersebut.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Dugaan Penipuan Lahan Dapur MBG di Cibadak Memanas, Massa Desak Operasional Dihentikan

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru