Beranda / Daerah / Sekolah Rakyat di Sukabumi Resmi Dibuka, 100 Siswa Angkatan Pertama Ikuti MPLS

Sekolah Rakyat di Sukabumi Resmi Dibuka, 100 Siswa Angkatan Pertama Ikuti MPLS

“Tahun depan Insya Allah kami bangun kelas baru dengan kapasitas seribu orang untuk SD, SMP, SMA. Sekarang baru ada 13 guru, nanti kalau kurang akan kami tambah,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa jam masuk sekolah telah disesuaikan dengan aturan baru dari Pemprov Jawa Barat, yaitu pukul 06.30 WIB.

“Surat edarannya sudah kami sampaikan ke sekolah. Kalau ada keluhan, nanti kami tampung,” ujarnya.

Seleksi Berdasarkan Data Sosial Ekonomi Nasional

Kepala Sentra Phala Marta Sukabumi, Dian Bulan Sari, menjelaskan bahwa siswa SRMP berasal dari 38 kecamatan dan mayoritas berasal dari keluarga dengan desil satu dan dua, sesuai arahan presiden. Mereka disaring melalui proses berbasis data sosial ekonomi nasional, melibatkan Dinsos, Disdik, Kemenag, BPS, dan pendamping PKH.

Baca Juga :  Bapenda Sukabumi Hadiahkan Umrah Gratis Bagi Kadus dan Warga Taat Pajak

“Awalnya ada 156 pendaftar, lalu yang siap ada 145, tapi seiring berjalan waktu ada orangtua yang tidak siap dan anaknya juga, akhirnya yang ditetapkan seratus orang melalui SK Bupati,” kata Dian.

Selama MPLS, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, wali asuh, dan tata tertib. Sistem pendidikan di SRMP menggunakan pendekatan asrama dan pembinaan karakter melalui wali asuh dari pendamping PKH.

Baca Juga :  Asep Japar Resmikan Launching Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Sukabumi

“Mereka tinggal di asrama, sistemnya mirip pesantren. Ada jadwal shift wali asuh yang mendampingi di luar jam pelajaran,” jelas Dian.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, termasuk asrama putra-putri, perpustakaan, laboratorium IPA, bahasa, dan komputer, ruang BK, UKS, mushola, hingga gedung olahraga. MPLS juga mencakup pelatihan disiplin bersama TNI dan Polri, serta pemeriksaan kesehatan di hari pertama.

Baca Juga :  Pisah Sambut Bupati Sukabumi 2025, Iyos Somantri Siap Bersinergi Bangun Sukabumi

“Hari pertama ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan, supaya kami bisa mendeteksi jika ada penyakit bawaan. Kalau ada, kami tangani dulu tapi siswa tetap belajar di sini,” ujar Dian.

Ia berharap para siswa betah tinggal di asrama, sementara orangtua diminta bersabar selama masa adaptasi.

“Kadang ada yang masih rindu rumah. Bahkan ada yang diantar sekeluarga besar sampai menginap dari semalam. Jadi kita beri waktu untuk beradaptasi supaya mereka nyaman,” katanya.

Halaman: 1 2

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!