Beranda / Daerah / Warga Berbondong-bondong Ajukan Penurunan Desil Lewat “Grebeg Desil” Kota Sukabumi

Warga Berbondong-bondong Ajukan Penurunan Desil Lewat “Grebeg Desil” Kota Sukabumi

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Antrean warga terlihat di layanan “Grebeg Desil” yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi di Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kamis (24/9/2026). Mayoritas warga yang datang merupakan orang tua dan lanjut usia (lansia) yang ingin mengetahui sekaligus memperbarui status desil kesejahteraan mereka.

Dengan membawa dokumen seperti fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), warga bergantian mengambil nomor antrean untuk mengecek data desil yang tercatat dalam sistem.

Layanan jemput bola tersebut dihadirkan Dinsos Kota Sukabumi untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengecek, menyanggah, maupun mengajukan pembaruan data desil kesejahteraan sosial.

Sekretaris Dinsos Kota Sukabumi, Lulis Delawati, mengatakan Grebeg Desil menjadi respons pemerintah daerah atas banyaknya pertanyaan masyarakat terkait status desil mereka.

Menurut Lulis, sebagian warga mengalami kendala ketika hendak mengecek status desil secara mandiri karena keterbatasan perangkat telepon pintar. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengetahui posisi desil sekaligus mengusulkan program bantuan sosial yang sesuai dengan kriterianya.

Baca Juga :  BPBD dan DPRD Sukabumi Tinjau Tanggul Sungai Cangehgar yang Jebol, Siapkan Perbaikan Darurat

Warga yang berada pada desil 1 hingga 4 dapat mengusulkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sementara warga pada desil 1 hingga 5 dapat mengusulkan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK).

“Pertama, mengecek desilnya. Kemudian selanjutnya juga bisa mengusulkan bansos bagi yang desil 1 sampai 5. 1 sampai 4 bisa mengusulkan PKH, BPNT, 1 sampai 5 bisa mengusulkan PBI JK,” jelas Lulis di Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

Banyak Warga Ajukan Penurunan Desil

Antusiasme warga terlihat sejak layanan dibuka. Setelah mengambil nomor antrean, warga dipanggil satu per satu untuk mengetahui status desil yang tercatat dalam sistem.

Dalam proses tersebut, sejumlah warga mendapati dirinya berada pada desil 6 hingga 10. Mereka kemudian mengajukan sanggahan dan pembaruan data karena menilai status yang tercatat belum menggambarkan kondisi ekonomi mereka saat ini.

Lulis mengatakan, layanan Grebeg Desil memang tidak hanya digunakan untuk mengetahui status desil, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keberatan apabila data yang tercatat dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca Juga :  Diresmikan di Sukabumi, PAGS Siap Cetak Generasi Cerdas hingga Berjiwa Pemimpin

“Dapat juga menyanggah bansos ataupun menyanggah desil yang misalkan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. ​Pada hari ini cukup banyaknya adalah ingin adanya pembaruan data untuk tujuan penurunan desil. Desilnya banyak yang tinggi yang kemudian ingin dibarukan untuk menjadi desil rendah,” kata Lulis.

Meski demikian, Lulis menegaskan bahwa pengajuan pembaruan data tidak dapat langsung mengubah status desil pada hari yang sama.

Setelah pengajuan diterima, proses selanjutnya akan dilakukan melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di masing-masing kelurahan. Puskesos bersama operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) akan mengawal proses pembaruan data tersebut.

“Tentu saja kalau untuk pembaruan data khususnya ya, itu tidak akan bisa selesai hari ini. Oleh karena itu nanti akan ditindaklanjuti oleh Puskessos kelurahan. Jadi kami di Kota Sukabumi memiliki Pusat Kesejahteraan Sosial di seluruh kelurahan dan kita memiliki operator SIKS-NG. Jadi operator yang memang bisa mengawal untuk pembaruan data DTSN,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringatan HUT RI ke-80 di Warungkiara Sukabumi, Dewan Rika Bacakan Teks Proklamasi

Akan Diperluas ke Kelurahan Lain

Lulis menjelaskan, layanan Grebeg Desil bukan program yang langsung diterapkan tanpa uji coba. Sebelumnya, layanan tersebut telah diperkenalkan dalam sejumlah kegiatan di Kota Sukabumi.

Uji coba antara lain dilakukan saat perhelatan HUT Pramuka ke-65 di Kibitay, Kelurahan Lembursitu. Layanan tersebut kemudian disinergikan dengan program 12 Pas di Kelurahan Benteng sebelum akhirnya diuji coba berbasis kelurahan di Jayamekar.

Melihat respons masyarakat yang cukup tinggi, Dinsos Kota Sukabumi berencana memperluas layanan Grebeg Desil ke kelurahan lainnya.

Dengan konsep jemput bola tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses informasi mengenai status desil, menyampaikan sanggahan, serta mengajukan pembaruan data apabila terdapat ketidaksesuaian dengan kondisi sebenarnya.

Sumber Jubirtvnews,com: Didominasi Lansia, Warga Serbu Layanan “Grebeg Desil” Kota Sukabumi untuk Ajukan Penurunan Desil

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

This error message is only visible to WordPress admins

Error 403: The request cannot be completed because you have exceeded your quota..

Domain code: youtube.quota
Reason code: quotaExceeded

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru