CORONGSUKABUMI.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Saat asap mulai menyelimuti suatu wilayah, kualitas udara dapat menurun dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga memperburuk penyakit yang sudah diderita sebelumnya.
Langkah pencegahan menjadi cara terbaik untuk mengurangi dampak paparan asap. Terlebih bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru-paru.
Melansir dari sejumlah sumber, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak asap karhutla terhadap kesehatan.
1. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Semakin lama seseorang berada di lingkungan berasap, semakin besar risiko menghirup partikel berbahaya.
Jika kualitas udara memburuk, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah dan tunda kegiatan yang tidak mendesak. WHO juga menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat asap kebakaran sedang pekat.
2. Gunakan Masker yang Tepat
Apabila terpaksa keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker N95 atau KN95.
Masker membantu mengurangi jumlah partikel asap yang masuk ke saluran pernapasan dibandingkan tidak menggunakan pelindung sama sekali.
3. Tutup Pintu dan Jendela
Asap dari luar dapat masuk ke dalam rumah melalui celah pintu, jendela, maupun ventilasi.
Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat menutup rapat pintu dan jendela saat kondisi udara sedang buruk agar paparan asap di dalam ruangan dapat berkurang.
4. Perbanyak Minum Air Putih
Paparan asap dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering dan mengganggu saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.
5. Jaga Daya Tahan Tubuh
Kondisi tubuh yang prima dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan saat terjadi kabut asap.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
– Mengonsumsi makanan bergizi,
– Cukup istirahat,
– Tidak merokok,
– Menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
6. Lindungi Kelompok Rentan
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat asap.
Jika memungkinkan, kelompok ini sebaiknya lebih banyak berada di dalam ruangan dan menghindari paparan asap secara langsung.
Segera Periksa Jika Muncul Gejala
Jangan menganggap remeh keluhan yang muncul setelah terpapar asap.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
– Batuk terus-menerus,
– Sesak napas,
– Mata merah dan perih,
– Sakit kepala,
– Tenggorokan terasa sakit.
Jika keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pantau Informasi Kualitas Udara
Saat musim kemarau dan risiko karhutla meningkat, masyarakat disarankan rutin memantau informasi kualitas udara dari pemerintah atau instansi terkait.
Langkah ini membantu menentukan kapan aktivitas luar ruangan perlu dikurangi dan kapan perlindungan tambahan diperlukan.
sumber: berbagai sumber










