Beranda / Lifestyle / Tradisi Ngabuburit di Bulan Ramadan, Cara Mengisi Waktu Menjelang Berbuka Puasa

Tradisi Ngabuburit di Bulan Ramadan, Cara Mengisi Waktu Menjelang Berbuka Puasa

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana sore di bulan Ramadan selalu terasa berbeda. Aktivitas masyarakat meningkat, sudut-sudut kota menjadi lebih ramai, dan aroma aneka hidangan mulai tercium di sepanjang jalan. Momen inilah yang akrab disebut dengan ngabuburit, tradisi menunggu azan magrib yang telah mengakar di tengah kehidupan masyarakat.

Fenomena ini tidak hanya terlihat di pusat kota, tetapi juga di kampung-kampung dan kawasan perumahan. Anak-anak bermain di halaman, remaja berkumpul di ruang terbuka, sementara orang tua memanfaatkan waktu untuk berjalan santai atau berbincang ringan. Ramadan menghadirkan ritme sore yang khas lebih hidup, namun tetap sarat makna.

Baca Juga :  Game atau Medsos? Ini yang Paling Besar Pengaruhnya pada Anak

Dari Kebiasaan Sederhana Menjadi Budaya Populer

Istilah ngabuburit dikenal luas terutama di wilayah Jawa Barat, namun praktiknya bisa ditemukan di berbagai daerah dengan penyebutan berbeda. Awalnya, aktivitas ini lebih banyak diisi dengan kegiatan sederhana seperti bercengkerama atau mengaji. Kini, bentuknya semakin beragam mengikuti perkembangan zaman.

Di sejumlah tempat, pasar takjil dadakan menjadi pusat keramaian. Pelaku UMKM memanfaatkan momentum Ramadan untuk menjajakan aneka makanan dan minuman berbuka. Aktivitas ini bukan hanya menjadi ajang berburu kuliner, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Namun demikian, tidak sedikit pula yang memilih mengisi waktu dengan kegiatan bernuansa spiritual. Kajian sore, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan sosial seperti berbagi makanan kepada pengguna jalan menjadi bagian dari wajah lain ngabuburit yang lebih reflektif.

Baca Juga :  Kapan Tahun Baru Islam 1448 H? Simak Tanggal dan Penjelasannya

Makna Sosial di Balik Waktu Menanti

Ngabuburit menyimpan dimensi sosial yang kuat. Ia menjadi ruang perjumpaan lintas usia dan latar belakang. Dalam suasana santai menjelang berbuka, tercipta interaksi yang mungkin jarang terjadi di hari biasa yang sibuk.

Kebersamaan inilah yang membuat ngabuburit terus bertahan. Tradisi ini tidak sekadar tentang menunggu waktu, melainkan tentang menciptakan momen. Ada nilai kebersamaan, kepedulian, hingga rasa syukur yang tumbuh dalam kesederhanaan sore Ramadan.

Menjaga Esensi Ramadan

Baca Juga :  Terlalu Lama Menatap Layar, Ini Efeknya pada Mata dan Tips Menguranginya

Di tengah berbagai pilihan aktivitas, menjaga keseimbangan menjadi hal penting. Ngabuburit bisa menjadi sarana rekreasi ringan, tetapi juga kesempatan untuk memperbanyak amal dan memperdalam spiritualitas. Mengisi waktu dengan kegiatan positif akan membuat detik-detik menjelang berbuka terasa lebih bermakna.

Saat azan magrib berkumandang, bukan hanya dahaga yang terobati. Ada rasa hangat karena telah melewati sore dengan kebersamaan dan aktivitas yang bernilai. Itulah sebabnya, dari tahun ke tahun, ngabuburit tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di tengah masyarakat.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Ngabuburit, Tradisi Menunggu Berbuka Puasa yang Terus Hidup di Tengah Masyarakat saat Ramadan

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

This error message is only visible to WordPress admins

Error 403: The request cannot be completed because you have exceeded your quota..

Domain code: youtube.quota
Reason code: quotaExceeded

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru