CORONGSUKABUMI.com – Memasuki bulan suci Ramadan, perubahan pola aktivitas menjadi hal yang tak terhindarkan. Waktu tidur yang bergeser karena sahur, serta berkurangnya jam istirahat malam akibat ibadah tarawih atau kegiatan lain, memerlukan penyesuaian, terutama bagi para pekerja.
Di sisi lain, tanggung jawab pekerjaan tetap berjalan seperti biasa, dengan target dan tenggat waktu yang tidak berubah. Hal ini membuat pekerja harus mampu beradaptasi agar tetap fokus dan bertenaga sepanjang hari meski sedang berpuasa. Jika tidak dikelola dengan baik, kelelahan fisik dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga performa kerja.
Untuk itu, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kebutuhan tubuh atau work-life balance sangat penting agar Ramadan tetap produktif sekaligus bermakna.
Merangkum berbagai sumber, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan agar tetap produktif di tempat kerja tanpa kehilangan energi selama menjalani puasa:
- Perhatikan Kualitas Sahur, Bukan Sekadar Kenyang
Sahur adalah sumber energi utama selama berpuasa. Pilih makanan bergizi dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal yang memberikan rasa kenyang lebih lama. Sertakan juga protein dari telur, ayam, tahu, atau tempe untuk menjaga stamina, serta sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan serat. Hindari makanan manis dan berminyak yang dapat membuat tubuh cepat lemas dan mengantuk. - Susun Prioritas Kerja Sejak Awal Hari
Waktu pagi hingga menjelang siang adalah periode paling optimal saat berpuasa. Energi tubuh masih stabil, dan konsentrasi pun lebih baik. Manfaatkan waktu ini untuk menyelesaikan tugas-tugas penting atau pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi. Sementara itu, pekerjaan yang lebih ringan bisa dikerjakan di sore hari. Dengan manajemen waktu yang baik, pekerjaan bisa terkendali dan tidak menumpuk. - Manfaatkan Waktu Istirahat Secara Efektif
Alih-alih menggunakan waktu istirahat untuk aktivitas yang melelahkan, cobalah untuk tidur sejenak selama 15β20 menit untuk memulihkan energi. Jika tidak memungkinkan tidur, lakukan peregangan ringan atau berjalan santai untuk menjaga peredaran darah. Hindari penggunaan gawai secara berlebihan agar mata dan pikiran bisa lebih rileks. - Kurangi Aktivitas Tambahan yang Tidak Mendesak
Selama Ramadan, penting untuk lebih selektif dalam mengambil pekerjaan tambahan atau lembur yang tidak terlalu mendesak. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola makan dan tidur yang baru. Mengatur ritme kerja agar tetap seimbang akan membantu menjaga stamina hingga waktu berbuka. Jika memungkinkan, komunikasikan dengan atasan atau tim mengenai penyesuaian jadwal agar lebih realistis. - Penuhi Kebutuhan Cairan Setelah Berbuka
Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama kelelahan saat puasa. Oleh karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur. Cobalah pola minum bertahap, misalnya dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah makan malam, dan dua gelas saat sahur. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat memicu rasa haus di siang hari. - Jaga Keseimbangan Emosi dan Kesehatan Mental
Puasa juga melatih kesabaran dan pengendalian diri. Tekanan pekerjaan yang muncul sebaiknya dihadapi dengan komunikasi yang baik serta pengaturan ekspektasi yang realistis. Luangkan waktu untuk refleksi, beribadah, atau sekadar menenangkan diri agar pikiran tetap jernih. Lingkungan kerja yang suportif juga sangat berperan dalam menjaga suasana hati dan produktivitas selama Ramadan.
Dengan perencanaan yang matang dan perhatian terhadap kebutuhan fisik dan mental, Ramadan bisa menjadi momentum untuk mengatur ulang ritme hidup dan mencapai keseimbangan antara produktivitas kerja dan ibadah.
Sumber Jubirtvnews.com: Tetap Produktif di Bulan Ramadan, Ini Strategi Jaga Work Life Balance Tanpa Kehilangan Energi










