CORONGSUKABUMI.com – Gol penentu di menit akhir memastikan Desa Purwasedar menutup turnamen dengan sempurna. Tim asal Kecamatan Ciracap itu keluar sebagai juara dalam ajang sepak bola antar desa βSe Alam Duniaβ yang digelar dalam rangka HUT ke-18 Desa Ujunggenteng, Minggu (3/5/2026).
Keberhasilan tersebut bukan diraih secara instan. Sejak fase awal, Purwasedar tampil konsisten di tengah persaingan ketat yang melibatkan 54 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Dengan format sistem gugur, setiap pertandingan menjadi krusial, namun mereka mampu menjaga performa hingga melaju ke partai final.
Di laga puncak, Purwasedar menghadapi Desa Sukajadi dari Kecamatan Cimanggu. Pertandingan berlangsung sengit dengan tempo tinggi sepanjang dua babak masing-masing 30 menit. Kedua tim saling menekan, namun kokohnya lini pertahanan membuat skor tetap imbang tanpa gol dalam waktu yang cukup lama.
Kebuntuan akhirnya pecah menjelang akhir pertandingan. Anton, pemain bernomor punggung 10, menjadi penentu kemenangan lewat gol tunggalnya. Sepakan tersebut membawa Purwasedar unggul 1-0 sekaligus memastikan gelar juara.
Sementara itu, perebutan tempat ketiga dimenangkan Desa Pasiripis usai menaklukkan Desa Buniwangi dengan skor meyakinkan 2-0.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, Dadang Hermawan, menilai turnamen ini memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi. Menurutnya, ajang tersebut menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda di bidang olahraga.
βIni menjadi wadah positif bagi anak-anak desa untuk menyalurkan bakatnya. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus digelar,β ujarnya.
Senada, Kepala Desa Ujunggenteng, Sahid Siam, mengungkapkan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan turnamen tahunan tersebut. Ia bersyukur kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
βAlhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan meriah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi,β katanya.
Turnamen βSe Alam Duniaβ tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga mempererat kebersamaan antar desa serta menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan setiap tahunnya.










