CORONGSUKABUMI.com – Penyertaan modal daerah kepada Perumda Pesona Pariwisata Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak berhenti sebagai kebijakan penambahan anggaran, tetapi mampu menjadi investasi strategis yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Sukabumi dalam pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Pesona Pariwisata.
Pandangan Fraksi PPP disampaikan Sekretaris Fraksi PPP, Apep Saepul Mahdan, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026).
Fraksi PPP menilai penyertaan modal daerah harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang yang memiliki target, indikator kinerja, serta manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
Menurut Fraksi PPP, arah kebijakan tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025β2029. Dalam dokumen pembangunan tersebut, pengembangan industri pariwisata bertaraf internasional yang berbasis pertanian dan lingkungan menjadi salah satu agenda strategis daerah.
Potensi Besar, Pengelolaan Harus Profesional
Kabupaten Sukabumi dinilai memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan daerah.
Potensi tersebut tidak hanya berasal dari kekayaan alam, tetapi juga mencakup keragaman budaya dan kearifan lokal. Kawasan pegunungan, pesisir pantai, geopark, hingga berbagai potensi wisata berbasis masyarakat menjadi aset yang dinilai dapat dikembangkan lebih optimal.
Namun, Fraksi PPP mengingatkan bahwa besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan.
Pengembangan destinasi wisata juga dinilai tidak boleh menghilangkan karakter serta identitas lokal Sukabumi. Konsep pariwisata berkelas dunia harus tetap mampu mengangkat budaya dan kearifan masyarakat setempat sebagai bagian dari daya tarik wisata.
Karena itu, penyertaan modal kepada Perumda Pesona Pariwisata diharapkan tidak hanya diarahkan untuk pengelolaan destinasi, tetapi juga memperkuat berbagai fasilitas pendukung pariwisata.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian di antaranya aksesibilitas dan infrastruktur jalan, transportasi, sanitasi, konektivitas digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga aspek keamanan di kawasan destinasi wisata.
Tekankan Good Corporate Governance
Selain pembangunan dan pengembangan destinasi, Fraksi PPP juga menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di tubuh Perumda Pesona Pariwisata.
Menurut Fraksi PPP, pengelolaan penyertaan modal harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap penggunaan anggaran juga harus memiliki tujuan dan ukuran keberhasilan yang jelas.
Untuk itu, indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) dinilai penting agar hasil penyertaan modal dapat dievaluasi secara berkala.
Dengan adanya indikator tersebut, pemerintah daerah dan DPRD dapat melihat sejauh mana penyertaan modal yang diberikan mampu menghasilkan peningkatan kinerja perusahaan, perkembangan destinasi, maupun manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sekretaris Fraksi PPP DPRD Kabupaten Sukabumi, Apep Saepul Mahdan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal pembahasan Raperda Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Pesona Pariwisata.
Pengawalan tersebut diperlukan agar kebijakan yang disusun tidak sekadar berorientasi pada penambahan anggaran, melainkan benar-benar menghasilkan dampak terhadap pembangunan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
βPenyertaan modal ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,β demikian substansi sikap Fraksi PPP.
Fraksi PPP berharap keberadaan penyertaan modal tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas layanan pariwisata di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas peluang investasi, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Dampak lainnya yang diharapkan adalah meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi secara berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis kinerja, penyertaan modal kepada Perumda Pesona Pariwisata diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mengembangkan potensi wisata Sukabumi secara lebih terarah.
Pada akhirnya, sektor pariwisata diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah tanpa meninggalkan karakter, budaya, dan kepentingan masyarakat lokal.










