Beranda / Daerah / BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sukabumi Waspada Banjir Rob 13-15 September 2026

BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sukabumi Waspada Banjir Rob 13-15 September 2026

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Warga yang tinggal di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan banjir pesisir tersebut dapat terjadi pada 13 hingga 15 September 2026.

Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah pesisir Jawa Barat yang masuk dalam prakiraan banjir rob. Selain Sukabumi, potensi serupa juga terdapat di pesisir Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui unggahan akun Instagram @infobmkg yang dikutip pada Minggu (13/9/2026).

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabar 1 April 2026, Potensi Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

BMKG menjelaskan, potensi peningkatan ketinggian air laut maksimum berkaitan dengan fenomena Fase Perigee yang terjadi pada 7 September 2026 dan Fase Bulan Baru pada 11 September 2026.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Untuk wilayah Jawa Barat, potensi banjir rob diprakirakan terjadi di kawasan selatan, termasuk pesisir Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

Potensi tersebut diprakirakan berlangsung pada 13 hingga 15 September 2026.

Sementara itu, potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang telah terjadi lebih awal, yakni pada 5 hingga 7 September 2026.

Tidak hanya di Jawa Barat, potensi banjir pesisir juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga :  Kesal Tunggu Keputusan Tertulis, Demo Sopir Elf di Dishub Sukabumi Sempat Memanas

Wilayah tersebut antara lain pesisir Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Maluku.

BMKG menyebut potensi banjir pesisir tersebut secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir.

“Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” lanjut BMKG.

Baca Juga :  Tak Sekadar Paskibraka, 5 Pelajar Ini Punya Peran Penting di Upacara HUT ke-81 RI di Sukabumi

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir, termasuk wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi, diminta tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar terus memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim. Pembaruan informasi tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi pasang maksimum.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” tutup BMKG.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Dipengaruhi Fase Bulan Baru, BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sukabumi Waspada Banjir Rob 13-15 September 2026

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru