Beranda / Daerah / Layanan Sampah Sukabumi Belum Maksimal, Kebutuhan Truk Capai 250 Unit

Layanan Sampah Sukabumi Belum Maksimal, Kebutuhan Truk Capai 250 Unit

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi belum sebanding dengan kemampuan armada pengangkut sampah yang dimiliki pemerintah daerah. Untuk menjangkau seluruh wilayah administratif, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memperkirakan sedikitnya membutuhkan 250 unit truk sampah.

Saat ini, DLH hanya memiliki 54 armada pengangkut sampah. Dari jumlah tersebut, delapan unit mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Kondisi ini membuat cakupan pengangkutan sampah masih terbatas. Terlebih, Kabupaten Sukabumi memiliki wilayah administratif yang sangat luas, mencakup 47 kecamatan, 381 desa, dan lima kelurahan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, mengatakan pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan pelayanan dengan armada yang tersedia.

β€œKita ingin terus melakukan optimalisasi pelayanan prima dengan kemampuan yang ada. Memang harus diakui, pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat masih belum maksimal karena keterbatasan armada,” ujar Dede, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga :  Polemik Aturan Pemilu. PC IMM Sukabumi Raya Sebut Adanya Pembangkangan Hukum oleh DPR RI

Persoalan armada juga diperparah dengan usia sebagian kendaraan yang sudah cukup tua. Sejumlah armada bahkan telah berusia lebih dari 10 tahun.

Meski perawatan rutin tetap dilakukan, kendaraan yang mengalami kerusakan berat membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar. Ketika satu armada harus masuk bengkel, kendaraan lainnya otomatis harus menanggung tambahan beban pelayanan.

Akibatnya, jadwal maupun frekuensi pengangkutan sampah di sejumlah wilayah harus disesuaikan dengan kondisi armada yang tersedia.

Padahal, berdasarkan perhitungan dalam master plan persampahan Kabupaten Sukabumi, kebutuhan kendaraan pengangkut sampah jauh lebih besar dibandingkan jumlah yang tersedia saat ini.

β€œKalau berdasarkan master plan, untuk menjangkau seluruh wilayah administratif Kabupaten Sukabumi, kebutuhan minimalnya sekitar 250 unit truk sampah,” kata Dede.

Dengan kebutuhan minimal 250 unit, terdapat kesenjangan yang cukup besar dengan kondisi saat ini. DLH baru memiliki 54 armada dan tidak seluruh kendaraan tersebut berada dalam kondisi prima.

Baca Juga :  Dapur MBG di Sukabumi Jadi Sasaran Perusakan Seorang Pria, Polisi Lakukan Penyelidikan

Keterbatasan itu turut memengaruhi cakupan pelayanan persampahan. Dari total 381 desa dan lima kelurahan, layanan pengangkutan sampah baru menjangkau sekitar 156 desa yang tersebar di 36 kecamatan.

β€œIni menjadi kendala kita. Ketika satu kendaraan rusak atau sedang menjalani perawatan, pelayanan di lapangan harus disesuaikan,” jelasnya.

Di sisi lain, sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Sukabumi kini menghadapi tantangan baru seiring perubahan pola pengelolaan di kawasan Cimenteng.

Setelah operasional TPA Cimenteng dihentikan untuk metode penimbunan landfill, sampah yang masuk diarahkan untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF).

Perubahan sistem tersebut membuat proses pengangkutan menjadi salah satu mata rantai penting dalam pengelolaan sampah. Sampah dari masyarakat harus dikumpulkan dan dibawa menuju fasilitas pengolahan agar tidak menumpuk terlalu lama di lingkungan.

Namun, Dede menegaskan persoalan persampahan tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah jumlah armada. Pengurangan sampah dari sumber juga menjadi bagian penting dalam mengurangi beban pelayanan DLH.

Baca Juga :  Viral Ugal-ugalan di Jalanan Sukabumi, Pria Ini Ditangkap Polisi dan Positif Benzo

Pemerintah desa dan masyarakat didorong untuk ikut melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, terutama sejak dari rumah tangga dan lingkungan masing-masing.

β€œPersoalan sampah ini merupakan urusan bersama. Kita harus mendorong pola pengelolaan yang lebih mandiri agar sampah yang harus diangkut oleh DLH dapat dikurangi,” tuturnya.

Menurutnya, semakin banyak sampah yang dapat dikurangi maupun dikelola langsung oleh masyarakat, semakin ringan pula beban yang harus ditangani armada DLH.

Karena itu, di tengah keterbatasan kendaraan dan luasnya wilayah pelayanan, DLH akan terus melakukan optimalisasi armada yang ada sembari mendorong partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya.

β€œHarapan kita pelayanan semakin tertib dan optimal. Namun, masyarakat juga perlu ikut mengurangi sampah sejak dari rumah,” tandasnya.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Keterbatasan Armada Hambat Layanan Sampah Sukabumi, Kebutuhan Ideal Capai 250 Truk

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru