CORONGSUKABUMI.com – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (30/7/2026) petang. Guncangan yang berpusat di laut sebelah barat daya Sukabumi itu sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah pesisir, seperti Kecamatan Ciracap hingga Palabuhanratu. Meski demikian, hingga beberapa menit setelah kejadian, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun aktivitas gempa susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 18.17.13 WIB. Hasil analisis awal menunjukkan magnitudo 4,3, namun setelah dilakukan pemutakhiran parameter, kekuatannya diperbarui menjadi magnitudo 4,1.
Episenter gempa berada di koordinat 7,73 Lintang Selatan dan 106,33 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 86 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Gempa memiliki kedalaman hiposenter 39 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi pusat gempa dan kedalamannya, peristiwa tersebut tergolong sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi.
βDengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi,β terang Hartanto dalam rilis resminya, Kamis (30/7/2026).
BMKG juga mencatat guncangan dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas berbeda. Di Kecamatan Ciracap, gempa dirasakan pada Skala Intensitas IIβIII MMI. Pada tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menimbulkan sensasi seperti ada truk besar yang melintas.
Sementara di wilayah Palabuhanratu, guncangan dirasakan pada Skala Intensitas II MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan oleh sebagian orang, sementara benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Walaupun sempat membuat warga terkejut, hingga saat ini BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut.
Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 18.35 WIB juga menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, kanal Telegram InaTEWS, maupun aplikasi mobile InfoBMKG.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Gempa Dangkal M 4,3 Terasa di Ciracap dan Palabuhanratu Sukabumi, BMKG: Dipicu Aktivitas Subduksi










