CORONGSUKABUMI.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyuntikkan penyertaan modal hingga Rp82 miliar kepada Perumda Pesona Pariwisata mendapat sorotan Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi.
Bukan menolak, Golkar justru menyatakan mendukung Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah tersebut untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan. Namun, besarnya nilai investasi dinilai harus diimbangi dengan pembenahan serius pada kinerja, tata kelola, sumber daya manusia (SDM), hingga regulasi Perumda Pesona Pariwisata.
Fraksi Golkar menilai terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibereskan sebelum penyertaan modal direalisasikan secara penuh. Mulai dari kondisi keuangan yang belum optimal, ketergantungan pendapatan pada satu unit usaha, kekurangan setoran modal dasar, keterbatasan SDM profesional, hingga belum tegasnya mekanisme pencairan modal berbasis capaian kinerja.
Pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026).
Menurut Loka, sektor pariwisata memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi. Potensinya pun cukup besar jika melihat perkembangan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data dalam Naskah Akademik, jumlah kunjungan wisatawan pada 2024 mencapai 3.496.976 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 2020 yang tercatat sebanyak 1.421.950 kunjungan.
Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata pada 2024 mencapai 6,8 persen. Angka tersebut jauh di atas target awal yang berada pada kisaran 1 hingga 2 persen.
Namun, menurut Golkar, potensi besar tersebut belum tercermin dalam kinerja Perumda Pesona Pariwisata sebagai BUMD yang mendapat mandat mengelola dan mengembangkan aset pariwisata milik daerah.
Salah satu persoalan yang disorot adalah kondisi keuangan perusahaan.
Pendapatan usaha Perumda Pesona Pariwisata tercatat turun dari Rp1,96 miliar pada 2023 menjadi Rp1,69 miliar pada 2024. Penurunan juga terjadi pada laba bersih, dari Rp55,35 juta menjadi hanya Rp28,45 juta.
Dengan kondisi tersebut, margin laba bersih pada 2024 hanya sekitar 1,7 persen. Sementara rasio Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing hanya berada di angka 0,22 persen.
Kondisi itu dinilai perlu menjadi perhatian serius mengingat pemerintah daerah tengah menyiapkan penyertaan modal dengan nilai yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan perusahaan saat ini.
Golkar mencatat nilai penyertaan modal Rp82 miliar bahkan lebih dari enam kali lipat dibandingkan total ekuitas Perumda Pesona Pariwisata yang saat ini berada di kisaran Rp12,93 miliar.
Selain persoalan kinerja keuangan, Fraksi Golkar juga menyoroti masalah modal dasar. Berdasarkan Perda Nomor 15 Tahun 2018, modal dasar Perumda Pesona Pariwisata ditetapkan sebesar Rp18 miliar.
Namun, hingga kini pemerintah daerah baru menyetorkan sekitar Rp12,82 miliar. Sebagian besar setoran tersebut, atau sekitar 64,9 persen, berbentuk aset inbreng dan bukan uang tunai.
Artinya, masih terdapat kekurangan setoran modal sekitar Rp5,17 miliar yang menurut Golkar belum diselesaikan selama lebih dari enam tahun.
Persoalan lainnya menyangkut SDM. Saat ini Perumda Pesona Pariwisata hanya memiliki 15 pegawai yang mayoritas berpendidikan SMA dan SMP. Di jajaran manajerial, hanya terdapat dua orang yang memiliki latar belakang pendidikan S1.










