CORONGSUKABUMI.com – Kawasan Sukabumi Selatan dikenal memiliki potensi wisata yang sangat besar. Beragam destinasi seperti pantai, panorama alam, hingga wisata religi menjadi magnet bagi wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Namun di tengah besarnya potensi tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata, terutama terkait kondisi infrastruktur dan kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas wisata.
Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Iman Adinugraha, menilai kemajuan pariwisata tidak hanya bergantung pada pembangunan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun agar tetap terawat.
Ia mengatakan, beberapa fasilitas di destinasi wisata Sukabumi Selatan mengalami kerusakan yang dapat mengurangi kenyamanan pengunjung. Karena itu, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian.
“Kalau destinasi wisatanya rusak, tentu harus diperhatikan. Pemerintah membangun menggunakan anggaran daerah, maka ketika sudah rusak harus direnovasi atau dibangun kembali,” ujar Iman beberapa hari lalu.
Meski demikian, ia menegaskan tanggung jawab menjaga fasilitas wisata tidak hanya berada di tangan pemerintah. Masyarakat sekitar juga memiliki peran penting agar sarana yang sudah dibangun tidak cepat rusak atau hilang.
Ia mencontohkan, sejumlah fasilitas seperti lampu penerangan, tempat sampah hingga kabel yang dipasang di area wisata sering kali hilang dalam waktu singkat setelah pembangunan selesai.
“Sudah dipasang lampu-lampu yang bagus, tempat sampah, bahkan menggunakan anggaran ratusan juta rupiah dari APBD. Tapi baru dua minggu lampunya hilang, tempat sampahnya dibawa orang, kabelnya juga hilang,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menghambat perkembangan sektor pariwisata jika tidak ada kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas yang ada.
Iman juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap fasilitas publik dengan melaporkan atau mengamankan apabila melihat tindakan perusakan maupun pencurian di kawasan wisata.
“Kalau ada yang merusak atau mengambil fasilitas, masyarakat juga harus peduli. Laporkan atau amankan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat atau pemerintah daerah saja,” katanya.
Sorotan terhadap kondisi infrastruktur wisata juga muncul setelah terjadinya tanah amblas di kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tersebut menyebabkan terbentuknya lubang besar setelah saluran air bawah tanah jebol dan tergerus aliran air yang membawa sampah. Akibatnya, struktur beton di bagian atas kehilangan penopang hingga runtuh bersama material di sekitarnya.
Lubang dengan diameter sekitar delapan meter dan kedalaman sekitar lima meter itu bahkan merusak area trotoar serta dinding pembatas laut di lokasi tersebut. Untuk menghindari kecelakaan, warga setempat memasang pembatas darurat menggunakan bambu dan terpal.
Salah satu pedagang di lokasi, Pidi (42), mengatakan kejadian itu terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB ketika air dari saluran bawah tanah meluap karena tersumbat sampah.
“Airnya meluap deras karena salurannya mampet, membawa banyak sampah sampai ke tempat ziarah. Tidak lama kemudian tanah di trotoar dan parkiran amblas, dua warung langsung runtuh,” kata Pidi.
Ia mengaku sempat terperosok saat berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Beruntung dirinya berhasil menyelamatkan diri meski sebagian dagangannya mengalami kerusakan.
Sumber Jubirtvnews.com: Daya Tarik Wisata Sukabumi Selatan Besar, Infrastruktur dan Perawatan Masih Jadi Tantangan










