Corongsukabumi.com – Puluhan hektare sawah di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terancam tak produktif akibat buruknya kondisi saluran irigasi. Kebocoran di sejumlah titik membuat pasokan air dari hulu banyak terbuang sebelum mencapai lahan pertanian warga di kawasan hilir.
Kondisi tersebut terjadi pada saluran Daerah Irigasi (DI) Citepus yang melintasi Kampung Cidahon, Desa Citepus. Persoalan ini disebut telah dirasakan para petani selama sekitar empat bulan terakhir.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mukti Tani, Dadang, mengatakan kebocoran saluran membuat sekitar 50 hektare lahan pertanian produktif mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air secara optimal.
βTahun sekarang petani benar-benar mengeluh. Dari hulu sampai hilir banyak yang tidak beres, terutama karena banyak kebocoran. Biasanya musim kemarau empat bulan pun masih bisa produksi, tetapi sekarang petani benar-benar kesulitan,β ujar Dadang, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, saluran yang mengalirkan air dari Sungai Citepus menuju kawasan persawahan memiliki lintasan yang cukup panjang. Kebocoran di sejumlah titik sepanjang saluran membuat debit air terus berkurang sebelum sampai ke lahan petani.
Dari total 53 petani yang tergabung dalam Poktan Mukti Tani, sebagian kini tidak lagi dapat mengandalkan lahan sawahnya seperti dalam kondisi normal.
Kondisi tersebut membuat sejumlah petani harus mencari alternatif penghasilan. Ketika sawah tidak bisa ditanami, sebagian warga memilih melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
βKalau sawah tidak bisa ditanami, paling kami ke laut. Namanya juga usaha, tetapi kadang ada hasil, kadang nihil,β katanya.
Di tengah keterbatasan tersebut, petani sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya. Sejumlah titik kebocoran ditutup menggunakan terpal, plastik hingga material yang tersedia di sekitar lokasi.
Tak hanya itu, para petani juga sempat mengumpulkan iuran secara sukarela. Dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp6 juta dan digunakan untuk membantu memperbaiki saluran yang mengalami kerusakan.
Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh. Kerusakan yang terjadi di sejumlah titik membutuhkan penanganan lebih besar agar saluran kembali mampu mengalirkan air hingga ke lahan pertanian.
βKami berharap ada perbaikan dari instansi terkait. Kalau ada perbaikan, petani siap turun dan bergotong royong karena memang sangat membutuhkan air,β ujar Dadang.
Petani berharap rehabilitasi DI Citepus segera dilakukan, terutama pada bagian saluran yang mengalami kebocoran dan kerusakan. Perbaikan dinilai penting agar pasokan air kembali normal dan lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal.
βHarapannya secepatnya diperbaiki. Jangan terlalu lama karena petani kasihan. Kami membutuhkan saluran ini supaya bisa kembali berproduksi,β pungkasnya.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Petani di Palabuhanratu Bertahan di Tengah Irigasi Bocor, Sawah Terancam Tak Produktif










