Beranda / Daerah / Kemarau Mulai Berdampak, Ribuan Warga di Kabupaten Sukabumi Alami Krisis Air Bersih

Kemarau Mulai Berdampak, Ribuan Warga di Kabupaten Sukabumi Alami Krisis Air Bersih

CORONGSUKABUMI.com – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Menurunnya debit sumber air akibat minimnya curah hujan menyebabkan ribuan warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sehingga pemerintah daerah mulai mengintensifkan penyaluran bantuan ke daerah terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat hingga Kamis (16/7/2026) pukul 10.00 WIB, sebanyak 3.022 jiwa dari 2.258 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih yang tersebar di beberapa wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan permohonan bantuan air bersih dari pemerintah desa dan kecamatan terus berdatangan seiring semakin meluasnya dampak kekeringan.

Sedikitnya empat kecamatan yang meliputi empat desa dan satu kelurahan telah mengajukan surat permohonan bantuan air bersih kepada BPBD.

Baca Juga :  Video: APBD Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 Turun! Berikut Penjelasannya

Wilayah tersebut yakni Desa Bojong di Kecamatan Cikembar, Desa Nanggerang di Kecamatan Cicurug, Desa Sekarwangi dan Kelurahan Cibadak di Kecamatan Cibadak, serta Desa Kertaangsana di Kecamatan Nyalindung.

“Setiap wilayah memiliki tingkat kebutuhan pasokan yang berbeda-beda. Skema distribusi bantuan armada air bersih disesuaikan dengan permintaan serta volume populasi warga yang terdampak di lapangan, di mana kami menyalurkannya menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Ada pemukiman yang cukup menerima satu rit, dua rit, bahkan hingga tiga rit pengiriman per hari,” terang Eki Radiana Rizki.

Hingga pertengahan Juli 2026, BPBD telah menyalurkan total 40.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Distribusi tersebut meliputi Desa Bojong sebanyak 15.000 liter, Desa Nanggerang 10.000 liter, sedangkan Desa Sekarwangi, Kelurahan Cibadak, dan Desa Kertaangsana masing-masing memperoleh 5.000 liter.

Baca Juga :  Selain Rp. 1,6 M APBD Kabupaten Sukabumi, Biaya Healthy Cities Summit 2024 Dibebankan juga Pada 514 Peserta

Menurut Eki, laporan kekeringan mulai diterima sejak akhir Juni lalu. Dalam satu desa yang mengajukan bantuan, jumlah warga terdampak rata-rata mencapai 200 hingga 300 kepala keluarga yang tersebar di beberapa rukun warga (RW).

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, BPBD juga menghadapi keterbatasan armada. Saat ini hanya satu unit mobil tangki yang dapat dioperasikan karena satu unit lainnya masih menjalani perbaikan di bengkel.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, BPBD menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumdam TJM), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, perusahaan swasta, hingga relawan kemanusiaan dalam mendukung distribusi air bersih.

Baca Juga :  Habiskan Waktu Weekend dengan Berwisata di Kabupaten Sukabumi, Ini 4 Rekomendasi Destinasinya

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga tengah menyelesaikan proses administrasi penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi meluasnya dampak musim kemarau.

“SK penetapan status siaga darurat kekeringan saat ini sedang diproses secara administratif. Kami masih menunggu rampungnya laporan pemetaan wilayah dari para camat dan kepala desa. Kami menargetkan mudah-mudahan pada minggu depan Surat Keputusan (SK) bupati beserta surat edaran resminya sudah bisa diterbitkan ke publik,” jelas Eki.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Dampak Kemarau Mulai Meluas, 3.022 Jiwa di Kabupaten Sukabumi Alami Krisis Air Bersih

Tag:

Berita Video

This error message is only visible to WordPress admins

Error 403: The request cannot be completed because you have exceeded your quota..

Domain code: youtube.quota
Reason code: quotaExceeded

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru