Beranda / Peristiwa / Lansia Tewas Tertemper KA Pangrango di Cisaat Sukabumi

Lansia Tewas Tertemper KA Pangrango di Cisaat Sukabumi

CORONGSUKABUMI.com – Seorang pria lanjut usia meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Pangrango di Kampung Bojongnangka, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 10.35 WIB. Korban diketahui bernama Didi (65), warga Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh.

Peristiwa nahas itu terjadi saat KA Pangrango melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Korban diduga berada di jalur rel ketika kereta melintas hingga akhirnya tertemper.

Salah seorang saksi mata, Suhendra, mengatakan saat kejadian dirinya sedang bekerja di kolam ikan yang lokasinya tidak jauh dari rel kereta api. Ia mengaku sempat mendengar bunyi klakson kereta yang terdengar sangat keras.

β€œKlaksonnya bunyi keras banget, saya tengok, terlihat ada orang jalan pelan, langsung keserepet,” ujar Suhendra kepada jubirtvnews.com di lokasi.

Awalnya, Suhendra mengira korban berhasil menghindari kereta dengan cara berjongkok. Namun, beberapa anak yang berada di sekitar lokasi kemudian memberitahunya bahwa korban justru tertemper dan terseret kereta.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Perlintasan Cibadak, Truk Boks Tersambar KA Pangrango dan Hantam Pemotor

β€œSaya kira jongkok, ternyata jauh sampai keseret orangnya, antara 10-12 meter,” ungkapnya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Suhendra langsung mendatangi lokasi. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Petugas kepolisian yang datang tidak lama kemudian langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Belakangan, identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga melalui kuasa hukumnya. Kuasa hukum keluarga korban, Wika Febrian, menjelaskan bahwa Didi telah mengalami gangguan pendengaran selama kurang lebih 25 tahun.

β€œSaat kejadian Bapak Didi tertemper kereta itu ketika kereta mengklakson bukan tidak didengar, tapi memang beliau itu memiliki masalah pendengaran, sudah sekitar 25 tahun gangguan pendengarannya,” kata Wika.

Baca Juga :  Lansia Tukang Pijat di Sukabumi Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas

Ia menjelaskan, sebelum kejadian korban keluar rumah untuk berjalan-jalan seperti kebiasaannya sehari-hari. Saat itu korban disebut hendak menyeberangi rel kereta api, bukan berjalan menyusuri jalur rel.

β€œJadi saat itu Bapak Didi keluar rumah untuk jalan-jalan, jalannya bukan menyusuri rel melainkan hendak menyebrang melintasi rel,” jelas Wika.

Menurutnya, kebiasaan berjalan-jalan seorang diri memang sudah lama dilakukan korban. Namun biasanya korban selalu berpamitan kepada anggota keluarga sebelum meninggalkan rumah.

β€œMemang sudah biasa berjalan-jalan begitu, namun biasanya beliau izin dulu kepada keluarga ketika hendak keluar. Hari ini beliau tidak izin kepada keluarga sehingga keluarga pun sibuk mencari, bahkan keluarga mendapat kabar melalui pemberitaan,” jelasnya.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memastikan operasional KA Pangrango tetap berjalan normal setelah insiden tersebut.

Baca Juga :  Lansia di Sukabumi Tewas Tertabrak Kereta Pangrango Saat Berjemur di Rel

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan kejadian itu langsung ditangani sesuai prosedur keselamatan operasional. Setelah menerima laporan dari masinis, petugas di stasiun terdekat segera melakukan koordinasi, mengamankan lokasi, serta memeriksa kondisi sarana kereta api.

Setelah dipastikan aman, perjalanan KA Pangrango kembali dilanjutkan.

KAI Daop 1 Jakarta juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel maupun ruang manfaat jalur kereta api karena area tersebut hanya diperuntukkan bagi operasional kereta dan memiliki risiko tinggi.

β€œKami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan berjalan, duduk, bermain, melintas sembarangan, atau melakukan aktivitas apa pun di jalur rel. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” kata Franoto.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Pria Lansia Tewas Tersambar KA Pangrango di Cisaat Sukabumi

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru