CORONGSUKABUMI.com – Mimin (63), warga Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, tewas tersambar Kereta Api (KA) Pangrango saat berjalan pulang setelah menjual barang bekas, Kamis (24/9/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi di Km 43+1/2 petak jalan CisaatβCibadak sekitar pukul 15.20 WIB. Korban yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang ayam goreng itu meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ketua RW setempat, Fijar Muhtar, mengatakan dirinya tidak melihat langsung peristiwa tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari warga, korban saat itu sedang berada di sekitar jalur rel ketika KA Pangrango melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor.
Selain berjualan ayam goreng, Mimin diketahui kerap mengumpulkan barang-barang bekas untuk kemudian dijual kepada pengepul. Pada hari kejadian, korban disebut baru saja menjual barang rongsokan sebelum berjalan pulang.
Muhtar mengatakan, korban sebelumnya menjual barang-barang bekas tersebut kepada seorang pengepul bernama Wawan. Setelah itu, korban berjalan menuju rumah hingga kemudian tersambar kereta api.
βWaktu (korban) jual rongsokan ke Pak Wawan. pulangnya ada kereta, tahu enggak dengar, tahu bagaimana, keserepet, terbawa ke sini,β kata Muhtar,β ungkap Muhtar di lokasi kejadian.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada petugas. Personel pengamanan Stasiun Karangtengah, Polsek Cibadak, Pemerintah Desa Karangtengah, bersama relawan mendatangi lokasi untuk mengamankan area sekaligus mengevakuasi jenazah korban.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan adanya insiden yang melibatkan KA Pangrango tersebut.
Menurut Franoto, setelah kejadian, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian kereta untuk memastikan tidak terdapat gangguan yang dapat membahayakan perjalanan.
βPetugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian KA Pangrango. Setelah dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdapat gangguan yang membahayakan perjalanan, kereta dapat kembali melanjutkan perjalanan,β ujar Franoto.
Insiden tersebut berdampak terhadap perjalanan KA Pangrango. Kereta mengalami keterlambatan sekitar tiga menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Franoto mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur kereta api. Menurutnya, area tersebut merupakan kawasan operasional yang memiliki risiko keselamatan tinggi.
Ia menegaskan, jalur rel diperuntukkan bagi perjalanan kereta api dan petugas yang berwenang. Masyarakat juga diminta tidak berjalan maupun berada terlalu dekat dengan rel.
Hal itu karena kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika terdapat orang atau benda di jalur perjalanan.
βKami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu menggunakan akses dan perlintasan yang telah diperuntukkan bagi masyarakat. Keselamatan perjalanan kereta api juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan seluruh pihak,β kata Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta menyatakan terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan dalam penanganan kejadian tersebut. Aspek keselamatan, baik perjalanan kereta api maupun masyarakat di sekitar jalur rel, menjadi perhatian dalam setiap penanganan insiden.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Pulang Jual Rongsokan, Nenek 63 Tahun di Cibadak Sukabumi Tewas Tersambar KA Pangrango










