Beranda / Daerah / Sekar Budaya HJKS ke-156, Penyatuan Air Jadi Simbol Kebersamaan Sukabumi

Sekar Budaya HJKS ke-156, Penyatuan Air Jadi Simbol Kebersamaan Sukabumi

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Beragamnya wilayah dan karakter masyarakat Kabupaten Sukabumi disimbolkan melalui satu prosesi sederhana dalam Sekar Budaya rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Air yang berasal dari sejumlah wilayah dikumpulkan dan kemudian disatukan dalam sebuah kendi.

Prosesi tersebut berlangsung di Alun-alun Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026). Penyatuan air menjadi simbol bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi sekat, melainkan dapat dipertemukan dalam satu tujuan untuk membangun Kabupaten Sukabumi.

Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah luas dengan karakter geografis serta potensi daerah yang beragam membutuhkan semangat kebersamaan. Pesan itulah yang tercermin dari air yang berasal dari berbagai wilayah kemudian disatukan dalam satu wadah.

Nuansa Sunda juga terasa kuat dalam pelaksanaan Sekar Budaya. Penggunaan bahasa Sunda, pakaian adat hingga beragam kesenian tradisional menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus pengingat terhadap identitas budaya daerah.

Baca Juga :  Pemulangan Kloter 39 Kabupaten Sukabumi, Dua Jamaah Haji Dilaporkan Meninggal Dunia

Di tengah perkembangan zaman dan perubahan generasi, keberadaan budaya menghadapi tantangan untuk tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat. Karena itu, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan bentuk kesenian, tetapi juga menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadikan momentum Sekar Budaya sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali warisan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Penyatuan air dari sejumlah wilayah Sukabumi menjadi salah satu bagian yang menggambarkan nilai tersebut. Air dari tempat yang berbeda disatukan dalam sebuah kendi sebagai perlambang bahwa Sukabumi tidak berdiri dari satu wilayah maupun satu kelompok saja.

Baca Juga :  Sudah 2 Pekan Lamanya, Lampu Lalulintas di Perempatan Pusat Kota Palabuhanratu Rusak, Masyarakat Khawatir Terjadi Kecelakaan

Semangat kebersamaan juga dinilai penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Setiap wilayah dan elemen masyarakat memiliki karakter serta potensi masing-masing yang dapat dipertemukan melalui kolaborasi.

Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, HJKS ke-156 seharusnya tidak berhenti sebagai peringatan tahunan. Hari jadi, menurutnya, menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang daerah sekaligus meneruskan semangat para pendahulu melalui kerja nyata.

β€œSemangat, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” ujar Bupati.

Menurut Asep Japar, mengenang perjalanan Kabupaten Sukabumi juga harus diikuti dengan pengabdian kepada masyarakat. Rasa syukur atas perjalanan panjang daerah tidak cukup disampaikan melalui sebuah peringatan, tetapi perlu diterjemahkan dalam kepedulian, kerja dan kontribusi terhadap pembangunan.

Baca Juga :  Video: Drama Adu Penalti, Desa Tanjung Juarai Turnamen Sepak Bola Jampangkulon Sukabumi

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi bagian penting untuk menjawab berbagai kebutuhan daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, pelestarian lingkungan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

β€œSemoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan perlindungan dalam setiap ikhtiar kita untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” tandasnya.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Makna Penyatuan Air di Sekar Budaya HJKS ke-156, Simbol Persatuan dan Kebersamaan Sukabumi

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru