CORONGSUKABUMI.com – Kepedulian terhadap korban dugaan kekerasan seksual kembali ditunjukkan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Rika Yulistina. Di tengah padatnya agenda kedinasan, ia menyempatkan diri menempuh perjalanan menuju Surade untuk mendampingi seorang perempuan yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual saat menjalani proses persalinan.
Korban, yang sebelumnya diduga mengalami kekerasan seksual oleh seorang pria berprofesi sebagai penjual ikan di wilayah Surade hingga menyebabkan kehamilan, melahirkan bayi laki-laki secara normal di Puskesmas Surade pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Proses persalinan berlangsung lancar dan kondisi ibu maupun bayinya dinyatakan sehat.
Rika, yang juga merupakan pendiri Rumah Aspirasi Perlindungan Anak dan Perempuan terhadap Kekerasan di Palabuhanratu, mengaku langsung menuju Surade setelah menerima kabar bahwa korban akan segera melahirkan.
Sebelumnya, ia masih menjalankan tugas sebagai anggota DPRD dengan menghadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu.
Setelah kegiatan selesai pada sore hari, Rika bersama beberapa stafnya langsung berangkat menggunakan kendaraan pribadi menuju Surade. Perjalanan yang memakan waktu sekitar dua jam tidak mengurangi tekadnya untuk berada di sisi korban.
Sekitar pukul 19.00 WIB, ia tiba di Puskesmas Surade dan langsung menemui korban yang tengah menunggu proses persalinan.
“Saya merasa harus hadir. Korban membutuhkan dukungan moril agar lebih kuat menghadapi persalinan,” ujar Rika, Kamis (2/7/2026).
Selama mendampingi korban, Rika tidak hanya memberikan dukungan secara moril. Ia juga membantu mengurus proses pengaktifan BPJS agar pelayanan kesehatan yang diterima korban dapat berjalan tanpa kendala administrasi.
Ketika proses persalinan berlangsung, Rika memilih tetap berada di lokasi hingga bayi berhasil dilahirkan dengan selamat.
Menurutnya, suasana haru begitu terasa ketika tangisan pertama bayi terdengar dan tim medis memastikan kondisi ibu maupun bayinya dalam keadaan baik.
Rika juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Surade yang dinilai memberikan pelayanan optimal sejak korban tiba hingga proses persalinan selesai.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh petugas medis Puskesmas Surade. Mereka bekerja dengan penuh perhatian sehingga proses persalinan berjalan lancar dan ibu serta bayinya selamat,” katanya.
Usai persalinan, Rika memutuskan tidak langsung kembali ke Palabuhanratu. Ia memilih bermalam di sekitar Surade agar dapat terus memantau kondisi korban dan bayi yang baru dilahirkan.
Selain memastikan keduanya mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, Rika juga memberikan bantuan berupa uang saku serta kebutuhan makanan sebagai bentuk kepedulian terhadap ibu dan bayinya.
Kasus yang menimpa korban sebelumnya sempat menjadi perhatian publik di Kabupaten Sukabumi. Korban diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan seorang penjual ikan di wilayah Surade hingga mengakibatkan kehamilan.
Sejak perkara tersebut mencuat, Rika melalui Rumah Aspirasi Perlindungan Anak dan Perempuan terhadap Kekerasan terus memberikan pendampingan, mulai dari pendampingan hukum, psikologis, hingga sosial.
Pendampingan tersebut, menurutnya, tidak berhenti pada proses hukum. Ia ingin memastikan korban tetap mendapatkan perhatian dan dukungan hingga mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Bagi Rika, kehadiran seorang pendamping merupakan bagian penting dari upaya memberikan rasa aman dan memastikan korban kekerasan seksual tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri.
Kelahiran bayi laki-laki itu pun menjadi awal lembaran baru bagi korban. Di tengah pengalaman pahit yang dialaminya, dukungan dari berbagai pihak diharapkan menjadi kekuatan untuk menata kembali masa depannya.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Dari Lapangan Upacara ke Ruang Bersalin: Rika Yulistina Dampingi Persalinan Korban Dugaan Kekerasan Seksual Penjual Ikan di Surade Sukabumi










