CORONGSUKABUMI.com – Penanganan kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, memasuki babak baru. Setelah masa tanggap darurat resmi berakhir pada 31 Juli 2026, fokus penanganan kini diarahkan pada proses pemulihan kehidupan para penyintas dan rehabilitasi kawasan terdampak.
Seiring berakhirnya fase darurat, kebutuhan warga yang terdampak juga mulai berubah. Jika sebelumnya bantuan logistik menjadi prioritas, kini para penyintas lebih membutuhkan perlengkapan rumah tangga untuk menunjang kehidupan sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Sekretaris Panitia Lokal Penanganan Pascakebakaran Ciptamulya, Vilka Mandala, mengatakan bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai saat ini sudah mencukupi berkat dukungan berbagai pihak sejak musibah terjadi.
“Alhamdulillah kebutuhan dasar seperti sembako sudah tercukupi, begitu juga pakaian layak pakai. Sekarang yang paling dibutuhkan adalah lemari pakaian dan tempat penyimpanan barang karena semuanya habis terbakar,” ujar Vilka, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, sebagian besar penyintas kini telah tinggal sementara di rumah kerabat. Hanya sekitar delapan hingga 12 kepala keluarga yang masih menempati tenda pengungsian. Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan bergeser dari logistik konsumsi menuju perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan penunjang lainnya.
Vilka menambahkan, posko bantuan masih akan dibuka selama empat hingga tujuh hari ke depan untuk menerima bantuan yang masih terus berdatangan. Apabila arus donasi masih tinggi, masa operasional posko akan dievaluasi kembali.
Selain itu, panitia lokal saat ini juga melakukan pendataan dan rekapitulasi seluruh bantuan yang diterima sebagai bentuk transparansi sekaligus memastikan distribusi bantuan dilakukan sesuai kebutuhan para penyintas.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi resmi mengakhiri status tanggap darurat setelah seluruh indikator penanganan darurat dinyatakan terpenuhi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Forkopimcam Cisolok dengan pendampingan dari BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat.
“Hasil rapat menyimpulkan masa tanggap darurat ditutup karena seluruh indikator penanganan darurat telah terpenuhi. Selanjutnya penanganan pascabencana dan pengelolaan bantuan diserahkan kepada panitia lokal,” katanya.
Meski status tanggap darurat telah berakhir, BPBD memastikan tenda pengungsian tetap dipinjampakaikan selama masih dibutuhkan oleh warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi, kebakaran yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) di Kampung Ciptamulya RT 05 dan RT 07 RW 02 mengakibatkan 52 kepala keluarga atau 160 jiwa terdampak.
Peristiwa tersebut menyebabkan 51 unit rumah mengalami rusak berat. Selain itu, sejumlah fasilitas umum dan bangunan adat ikut terdampak, di antaranya satu masjid, satu PAUD, satu posyandu, 49 leuit, Balai Pertemuan Kasepuhan, Ajeng Kasepuhan, Galeri Kasepuhan, Saung Angklung Buhun, Pangkemitan, dua lisung, dua MCK, enam warung, satu pos ronda, serta sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, penanganan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan kondisi masyarakat, termasuk pembangunan kembali rumah warga dan berbagai fasilitas adat yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya.
Sumber Jubirtvnews.com: BPBD Sukabumi Akhiri Tanggap Darurat Kebakaran Ciptamulya, Penyintas Fokus Pemulihan










