Beranda / Daerah / Ironis, Desa Ini Baru Setor 2 Persen PBB ke Kas Daerah Sukabumi

Ironis, Desa Ini Baru Setor 2 Persen PBB ke Kas Daerah Sukabumi

JUBIRTVNEWS.COM – Polemik Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Kadaleman, Kecamatan Surade, ternyata membuka fakta ironis di desa lain.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Andri Hidayana, menemukan Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, baru menyetorkan 2 persen PBB ke kas daerah hingga pertengahan September 2025.

β€œKalau kita jabarkan, ada hal yang lebih fantastis lagi setelah koordinasi. Di Desa Sumber Jaya, per tanggal 11–12 September, setoran ke kas daerah baru 2 persen. Ini saya ketahui setelah crosscheck dari kasus Kadaleman, dan sangat ironis sekali,” ungkap Andri usai Paripurna, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga :  Ketika Banyak Daerah Naikkan PBB, Pemkab Sukabumi Pilih Beri Diskon hingga Bonus untuk Warga

Temuan itu menambah sorotan terhadap lemahnya kinerja pengelolaan pajak di tingkat desa. Sebelumnya, kasus Desa Kadaleman mencuat karena adanya indikasi PBB yang sudah ditarik dari warga namun tidak disetorkan ke kas daerah.

Baca Juga :  Festival Tunas Bahasa, Wadah Literasi dan Pelestarian Budaya Sunda di Sukabumi

Menurut Andri, fenomena rendahnya setoran PBB ini harus segera direspons dengan pengawasan ketat. DPRD bahkan menjadikan agenda reses pekan depan sebagai momentum untuk memanggil pihak terkait.

β€œTentu kita perlu pengawasan maksimal. Agenda reses minggu depan akan kita manfaatkan untuk mengawasi langsung, memanggil pihak terkait, dan memastikan masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jembatan Cinta di Cimanggu Sukabumi Terputus, Ancam Keselamatan Anak-Anak

Andri juga menegaskan, jika persoalan ini hanya ditangani dengan peringatan atau teguran, maka tidak akan memberikan efek jera. Ia mendorong pemerintah daerah mengambil langkah yang lebih konkret.

β€œMasalah PBB ini sudah menjadi penyakit akut. Kalau tidak ada sanksi tegas, kasus seperti ini akan terus berulang,” pungkasnya.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!