CORONGSUKABUMI.com – Terputusnya akses akibat ambruknya Jembatan Leuwidinding membuat masyarakat di Kecamatan Jampangtengah dan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, harus menggunakan perahu karet untuk menyeberangi Sungai Cimandiri. Kini, akses tersebut mulai dibangun kembali.
Pembangunan Jembatan Leuwidinding dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL), PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, dan CT Arsa Foundation.
Prosesi groundbreaking pembangunan jembatan tersebut turut dihadiri Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Direktur PT CMNP Tbk M. Jusuf Hamka, serta perwakilan CT Arsa Foundation.
Jembatan baru itu direncanakan memiliki panjang sekitar 89 meter dengan lebar 1,5 meter. Kehadirannya diharapkan dapat kembali membuka akses masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat ambruknya jembatan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding menjadi langkah penting untuk mengembalikan akses masyarakat yang sempat terputus.
Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang berbagai kebutuhan warga, baik untuk pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas sosial maupun kegiatan ekonomi.
βJembatan ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pembangunan kembali jembatan ini sangat berarti bagi warga yang selama ini terdampak akibat terputusnya akses,β kata Sendi, Senin (7/9/2026).
Sendi menilai keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat.
βKolaborasi seperti ini tentunya sangat positif. Ketika pemerintah bersama TNI dan pihak swasta bergerak secara bersama-sama, kebutuhan masyarakat dapat ditangani dengan lebih cepat dan memberikan manfaat yang luas,β ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan jembatan tidak hanya harus mengejar percepatan penyelesaian, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi, keamanan serta ketahanan bangunan.
βKami berharap proses pembangunannya berjalan lancar, memenuhi standar teknis dan aspek keselamatan, sehingga nantinya masyarakat dapat menggunakan jembatan ini dengan aman dan nyaman,β ungkapnya.
Selain memastikan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan, Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi juga mengajak masyarakat ikut menjaga keberadaan infrastruktur tersebut setelah nantinya selesai dan dapat dimanfaatkan.
βIni merupakan fasilitas bersama. Setelah selesai dibangun, tentu tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkannya dengan baik menjadi bagian penting agar usia manfaat jembatan bisa panjang,β pungkasnya.









