CORONGSUKABUMI.com – Calon jemaah haji di Kabupaten Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan setelah munculnya modus penipuan berkedok pembaruan data yang mengatasnamakan instansi resmi.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi mengungkapkan, pelaku penipuan menyasar jemaah melalui sambungan telepon dengan mengaku sebagai petugas dari Kementerian Agama atau Kemenhaj.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, menjelaskan bahwa pelaku biasanya meminta jemaah melakukan pembaruan data dengan dalih adanya perubahan administrasi.
βPenelepon itu menghubungi jemaah untuk melakukan update data, modusnya seperti itu. Ketika ditelepon, jemaah disuruh datang ke kantor Kementerian Agama atau Kementerian Haji dengan membawa dokumen-dokumen seperti KTP, KK dan lainnya, dengan alasan ada perubahan data,β ujar Manan.
Menurutnya, ketika jemaah tidak dapat datang langsung, pelaku melanjutkan aksinya dengan menawarkan bantuan jarak jauh melalui video call.
Dalam proses tersebut, korban diminta menunjukkan KTP elektronik serta dokumen lainnya, bahkan hingga memberikan PIN dan kode OTP.
Manan mengungkapkan, modus ini sudah menyasar sejumlah jemaah di Sukabumi. Setidaknya 10 hingga 20 orang telah mendatangi kantor Kemenhaj untuk memastikan kebenaran informasi yang mereka terima.
βDi Sukabumi sendiri sudah ada sekitar 10 hingga 20 jamaah yang datang ke kantor untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut,β imbuhnya.
Ia menambahkan, laporan serupa juga diterima dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah yang menjadi pendamping jemaah.
Karena itu, pihaknya mengimbau agar jemaah tidak mudah percaya terhadap panggilan telepon mencurigakan dan tidak memberikan data pribadi dalam bentuk apa pun.
βJemaah tidak melayani telepon tersebut dan segera datang ke Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sukabumi dan jangan pernah sekali-kali mengirimkan data pribadi baik foto KTP, atau bahkan nomor PIN atau OTP kepada si penelepon atau kepada siapa pun,β ujarnya.
Selain itu, jemaah juga diminta untuk tidak mengklik tautan atau mengunduh aplikasi dari pihak yang tidak dikenal, karena hal tersebut berpotensi menjadi sarana kejahatan untuk mengakses rekening korban.
Manan menyebutkan, kasus serupa telah menimbulkan kerugian besar di daerah lain. Di Bekasi, seorang jemaah dilaporkan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, sementara di Cianjur terdapat korban dengan kerugian puluhan juta rupiah akibat modus yang sama.
βKalau yang kami perhatikan dari beberapa daerah, intinya mereka ingin menguras data, terutama data rekening dana yang ada di masing-masing jemaah,β ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh informasi resmi terkait pelayanan haji hanya disampaikan melalui saluran resmi, termasuk dari kantor Kemenhaj maupun media sosial resminya.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Waspada Penipuan! Calon Jemaah Haji Sukabumi Diminta Tak Berikan KTP hingga PIN ke Penelepon Asing










