Beranda / Daerah / Distribusi BBM Subsidi untuk Nelayan Diatur Ulang, SPBU Palabuhanratu Berikan Klarifikasi

Distribusi BBM Subsidi untuk Nelayan Diatur Ulang, SPBU Palabuhanratu Berikan Klarifikasi

JUBIRTVNEWS.COM – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah nelayan kecewa saat hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 34.433.04 Palabuhanratu, tepatnya di depan Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial, Minggu (6/7/2025).

Video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik itu beredar melalui aplikasi pesan instan dan media sosial Facebook.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah nelayan memprotes kebijakan SPBU yang tidak melayani pengisian BBM menggunakan jeriken di pagi hari. Suasana sempat memanas hingga anggota kepolisian terlihat berada di lokasi untuk memantau situasi.

Terdengar suara perekam video yang menyebut bahwa “nelayan ngamuk” karena jatah BBM yang biasa mereka terima kini tak bisa didapatkan.

Baca Juga :  Isu Biaya Perpisahan Rp1,4 Juta, MAN 3 Sukabumi Berikan Klarifikasi

“Para nelayan ngamuk karena pengisian BBM menggunakan jeriken ditolak. Nelayan kan biasanya dikasih jatah,” ujar perekam video.

Menanggapi kejadian tersebut, Pengawas SPBU 34.433.04 Palabuhanratu, Acep Sudrajat, membenarkan bahwa sempat terjadi keramaian di area SPBU akibat miskomunikasi terkait jadwal pengisian BBM untuk nelayan.

“Memang betul, kemarin saya sedang libur hari Minggu dan mendapat informasi dari grup bahwa ada aksi dari nelayan. Mereka datang karena pengisian BBM dengan jeriken pagi hari tidak dilayani,” ungkap Acep, Senin (7/7/2025).

Acep menjelaskan, kebijakan SPBU bukan membatasi, melainkan mengatur waktu pengisian BBM agar lebih tertib dan tidak tumpang tindih dengan kendaraan umum.

Baca Juga :  Rakor Swasembada Pangan 2025, Pemkab Sukabumi Tekankan Sinergi dan Peningkatan Produktivitas

“Kami alihkan waktu pengisian BBM untuk nelayan ke malam hari, sekitar pukul 19.00 sampai 22.00 WIB. Bukan tidak dilayani, tapi agar lebih tertib dan tidak bentrok dengan kendaraan umum seperti mobil dan motor,” jelasnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa pengecer lebih diutamakan. Menurut Acep, sebagian besar pengecer yang datang menggunakan jeriken justru merupakan nelayan itu sendiri.

“Rata-rata yang pakai jeriken itu juga nelayan. Jadi bukan soal diutamakan siapa, hanya waktu pengisiannya yang kami atur. Sayangnya, informasi soal pengalihan waktu ini belum tersampaikan dengan baik ke nelayan,” tambahnya.

Acep juga mengakui masih ada kendala dalam penggunaan barcode sebagai syarat pembelian BBM subsidi. Beberapa nelayan sudah memiliki barcode, namun merasa tidak terlayani karena belum mengetahui perubahan jadwal.

Baca Juga :  Muhibah Ramadan di Warungkiara, Bupati Sukabumi Paparkan Program Beasiswa hingga Rutilahu

Dirinya berharap ke depan komunikasi antara pihak SPBU dan komunitas nelayan bisa lebih intens, agar tidak terjadi lagi kejadian serupa. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membatasi nelayan dalam mendapatkan BBM selama memenuhi syarat seperti barcode yang sah dari Pertamina.

“Memang belum ada koordinasi lebih lanjut dengan perwakilan nelayan, sehingga terjadi kesalahpahaman. Saat ini, manajer SPBU sedang melakukan rapat dengan pihak Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk mencari solusi bersama,” tuturnya.

“Kami siapkan untuk nelayan. Selama ada barcode, semua akan tetap kami layani,” pungkasnya.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!