Beranda / Daerah / Sukabumi Siapkan Pertanian Modern, Panen Padi Dibidik Tembus 10 Ton per Hektare

Sukabumi Siapkan Pertanian Modern, Panen Padi Dibidik Tembus 10 Ton per Hektare

CORONGSUKABUMI.com – Transformasi sektor pertanian mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan mengadopsi sistem budidaya berbasis teknologi modern. Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan produktivitas padi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Program tersebut diwujudkan melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pertanian. Sebagai langkah awal, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menggelar rapat penyamaan persepsi yang diikuti seluruh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dari 47 kecamatan bersama para koordinator penyuluh di bawah arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan PM-AAS mengedepankan mekanisasi pertanian, digitalisasi, penggunaan benih unggul, pemupukan yang lebih tepat, hingga pengelolaan lahan berbasis teknologi.

“Hari ini produktivitas padi Kabupaten Sukabumi rata-rata masih sekitar 5,7 ton per hektare. Sesuai harapan Menteri Pertanian, melalui PM-AAS produktivitas itu diupayakan meningkat hingga di atas 10 ton per hektare,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :  Tahun 2026, KRL Commuter Line Jakarta Direncanakan Beroperasi Sampai Sukabumi

Menurut Aep, salah satu inovasi dalam PM-AAS adalah penerapan sistem tanam langsung tanpa melalui proses persemaian. Penanaman dilakukan menggunakan alat khusus hasil inovasi penyuluh pertanian Kabupaten Sukabumi yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperbanyak populasi tanaman dalam satu hamparan.

Seluruh proses budidaya juga diarahkan menggunakan teknologi modern, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, penyemprotan memakai drone, hingga panen menggunakan combine harvester.

Program PM-AAS telah mulai diperkenalkan sejak tiga pekan lalu melalui pencanangan di Kecamatan Waluran. Hingga kini, uji coba telah dilaksanakan di lahan seluas 18 hektare dan hasilnya terus dipantau sebagai bahan evaluasi.

Mulai awal Agustus 2026, Dinas Pertanian menargetkan pembentukan lahan percontohan (demplot) PM-AAS di seluruh 47 kecamatan. Setiap Balai Penyuluhan Pertanian diwajibkan memiliki satu demplot yang akan didampingi sesuai petunjuk teknis Kementerian Pertanian.

Baca Juga :  Bupati Asep Japar Optimis Sukabumi Raih Predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Utama

Untuk menyukseskan program tersebut, para penyuluh dibekali berbagai materi teknis, mulai dari pengukuran pH tanah, kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan), jadwal pemupukan, pengendalian gulma, hingga antisipasi serangan hama dan kondisi cuaca.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah juga menyiapkan dukungan benih unggul varietas Inpari dari pemerintah pusat serta penambahan alokasi pupuk Urea dan NPK sesuai kebutuhan tanaman dalam sistem PM-AAS.

Meski masih memasuki tahap awal, Kabupaten Sukabumi menargetkan program ini diterapkan di lahan seluas 5.000 hektare sebagai upaya meningkatkan hasil panen sekaligus mempertahankan peran Sukabumi sebagai salah satu daerah penyangga swasembada pangan nasional.

“Kami berharap produktivitas padi bisa meningkat signifikan. Kalau sekarang rata-rata 5,7 ton per hektare, mudah-mudahan bisa mencapai bahkan melampaui 10 ton sesuai harapan Menteri Pertanian,” katanya.

Baca Juga :  Video: Pasca Jembatan Roboh di Cikembar Sukabumi, Aktivitas Warga Dua Desa Masih Terganggu

Penerapan PM-AAS juga menjadi bagian dari strategi SANGKURIANG yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Program tersebut mencakup perlindungan lahan sawah dari alih fungsi, pembentukan Satuan Tugas Swasembada Pangan lintas instansi, serta penguatan kawasan sentra produksi padi di setiap kecamatan.

Saat ini pemerintah juga mempercepat penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dari sekitar 62 ribu hektare lahan baku sawah yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 87 persen ditargetkan masuk kawasan LP2B agar tetap terlindungi dari alih fungsi lahan.

Melalui penerapan teknologi modern, penguatan kapasitas penyuluh, serta perlindungan lahan pertanian, Pemkab Sukabumi optimistis produktivitas padi akan meningkat dan kesejahteraan petani dapat terus terdongkrak.

Sumber Jubirtvnews.com:Β PM-AAS Diterapkan di Sukabumi, Produktivitas Padi Ditargetkan Tembus 10 Ton per Hektar

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru