CORONGSUKABUMI.com – Kebutuhan penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan sarana pendidikan menjadi dua isu dominan yang disampaikan warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Komisi III, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Rabu (3/6/2026).
Pertemuan yang digelar di Madrasah Diniyah (MD) Al Huda tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat. Sejumlah kebutuhan mulai dari bantuan usaha, pertanian, hingga infrastruktur dasar turut mengemuka dalam dialog tersebut.
Aspirasi terkait penguatan ekonomi menjadi perhatian utama masyarakat. Warga menilai dukungan terhadap UMKM dan sektor pertanian sangat penting untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi yang membidangi perekonomian dan keuangan daerah, Junajah menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat desa harus menjadi prioritas pembangunan.
Menurutnya, UMKM dan sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat yang perlu mendapatkan dukungan melalui program yang tepat sasaran.
“Kami akan berupaya mengalokasikan anggaran yang tepat sasaran untuk mendukung program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga, termasuk bantuan untuk UMKM dan sektor pertanian,” ujarnya.
Selain persoalan ekonomi, warga juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lain seperti perbaikan jalan dan jembatan desa, peningkatan fasilitas pendidikan, akses layanan kesehatan, hingga ketersediaan air bersih.
Meski demikian, Junajah menilai penguatan ekonomi masyarakat tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan desa. Dengan ekonomi yang tumbuh, masyarakat akan memiliki daya dukung yang lebih kuat terhadap sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan.
Dalam dialog tersebut, Junajah juga menyoroti kondisi sarana pendidikan di MD Al Huda yang dinilai masih terbatas. Salah satunya terkait penggunaan ruang kelas yang harus dipakai secara bergantian untuk dua jenjang pendidikan.
“Masa sekolah di dua kelas, pagi dipakai PAUD, sore dipakai Madrasah Diniyah. Ini sangat memprihatinkan. Insya Allah kami akan menyerap aspirasi ini dan memperjuangkan pembangunan sekolah tersebut,” katanya.
Junajah menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dibawa ke DPRD Kabupaten Sukabumi untuk dibahas sesuai mekanisme yang berlaku serta diteruskan kepada pemerintah daerah sebagai bahan perencanaan pembangunan.
Ia juga menekankan bahwa reses merupakan momentum penting bagi wakil rakyat untuk menyerap aspirasi secara langsung agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, warga Warungkiara berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan reses, tetapi dapat direalisasikan dalam bentuk program nyata yang mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.










