Beranda / Daerah / Sumur Mengering saat Kemarau 3 Bulan, Warga Cisaat Sukabumi Bolak-balik 2 Km Ambil Air Bersih

Sumur Mengering saat Kemarau 3 Bulan, Warga Cisaat Sukabumi Bolak-balik 2 Km Ambil Air Bersih

CORONGSUKABUMI.com – Air bersih kini menjadi kebutuhan yang harus diperjuangkan warga Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Selama kemarau yang berlangsung tiga bulan, warga harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer untuk mendapatkan air setelah sumur di lingkungan mereka mengering.

Warga yang terdampak salah satunya berada di Kampung Sawahlega. Mereka setiap hari mendatangi mata air Cigembang untuk mengambil air yang digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Desa Cisaat sendiri terdapat dua sumber air yang biasa dimanfaatkan warga, yakni Cikombo dan Cigembang. Namun, mata air Cigembang menjadi lokasi yang paling sering didatangi karena aksesnya mudah dijangkau warga dari sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

Warga Kampung Sawahlega, Fahmi (52), mengatakan musim kemarau telah berlangsung sekitar tiga bulan. Namun, dampak kekeringan mulai dirasakan warga dalam sebulan terakhir.

Baca Juga :  Rekomendasi Tempat Wisata yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Kemarau

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sumur milik warga mengering sehingga mereka harus mencari sumber air lain.

β€œHampir sebulan ngambil airnya begini mah. Kalau kemarau mah sudah tiga bulan,” kata Fahmi.

Untuk mengambil air, warga menggunakan sepeda motor sambil membawa wadah seperti galon dan jerigen. Setelah sampai di mata air, wadah tersebut diisi dan kemudian dibawa pulang.

Air yang sudah dibawa pulang kemudian dituangkan ke dalam wadah penampungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Fahmi mengatakan dirinya bersama warga lainnya biasanya mengambil air pada pagi dan sore hari. Bahkan, dalam sehari mereka bisa beberapa kali bolak-balik karena kebutuhan air yang cukup banyak.

Baca Juga :  BPBD Petakan Ancaman Kekeringan, Distribusi Air Bersih Dimulai dari Cikakak dan Cibadak

β€œSaya ambil ini ke sini biasa sore, kadang pagi, setiap hari. Karena kebutuhannya banyak ya, empat sampai lima kali ke sini,” ujarnya.

Selain untuk kebutuhan air di rumah, mata air Cigembang juga dimanfaatkan warga untuk mencuci pakaian. Di lokasi tersebut tersedia tempat mencuci yang biasa digunakan warga.

Sementara air yang dibawa menggunakan galon atau jerigen digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk untuk minum setelah dimasak.

β€œKalau nyuci mah datang ke sini. Kalau ini buat minum, dimasak,” kata dia.

1.300 KK Kesulitan Air Bersih

Kepala Desa Cisaat Nanak Sukron mengatakan sebanyak 1.300 Kepala Keluarga atau sekitar 2.000 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur mengering selama musim kemarau.

Baca Juga :  Gedung Kelas SMP di Simpenan Ambruk, Disdik Sukabumi Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Warga yang terdampak tersebar di sejumlah kampung, di antaranya Kampung Cidahu, Tenjolaya dan Sawahlega.

Nanak membenarkan warga harus mencari air ke sumber yang berjarak sekitar 2 kilometer dari permukiman.

Selain mengandalkan sumber mata air, warga juga menunggu bantuan penyaluran air bersih yang dilakukan oleh PMI.

Kondisi kekeringan tersebut membuat warga harus mengandalkan sumber air yang masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.

Sumber Jubirtvnews.com:Β 3 Bulan Kemarau, Warga Cisaat Cicurug Sukabumi Rela Tempuh 2 Km Demi Air Bersih

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru