Beranda / Daerah / Kamar 308 Samudra Beach Ramai Dijadikan Konten Buru Pusaka, Budayawan Palabuhanratu Ingatkan Jaga Nilai Sejarah

Kamar 308 Samudra Beach Ramai Dijadikan Konten Buru Pusaka, Budayawan Palabuhanratu Ingatkan Jaga Nilai Sejarah

CORONGSUKABUMI.com – Maraknya konten media sosial yang mengangkat aktivitas berburu pusaka dan kisah-kisah supranatural di Kamar 308 Grand Inna Samudra Beach Hotel, Palabuhanratu, memunculkan kekhawatiran dari kalangan budayawan. Mereka menilai popularitas kamar tersebut seharusnya tidak mengaburkan nilai sejarah yang melekat pada bangunan bersejarah itu.

Tokoh budaya Palabuhanratu, Abah Firman Hidayat, mengatakan Kamar 308 memiliki nilai historis yang jauh lebih besar dibandingkan narasi mistis yang selama ini berkembang di masyarakat. Karena itu, pengelolaannya perlu diarahkan agar mampu memberikan edukasi mengenai sejarah dan budaya, bukan hanya menjadi objek konten yang mengejar sensasi.

β€œKamar 308 memiliki nilai sejarah yang harus dijaga. Jangan sampai narasi yang berkembang justru membuat masyarakat melupakan perjalanan panjang tempat tersebut,” ujar Firman, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Sukabumi Gelar Fashion and Culinary Nite Festival 2025

Menurutnya, belakangan ini banyak unggahan di media sosial yang menampilkan klaim mengenai penemuan benda-benda pusaka di dalam Kamar 308. Fenomena tersebut dinilai berpotensi menggeser makna budaya yang selama ini melekat pada kawasan Palabuhanratu.

β€œYang menjadi perhatian bukan hanya aktivitasnya, tetapi bagaimana citra tempat ini ke depan. Jangan sampai nilai sejarahnya kalah oleh konten yang mengejar sensasi,” katanya.

Firman menilai pihak manajemen hotel memiliki peran penting dalam menjaga arah narasi yang berkembang mengenai Kamar 308. Terlebih, pengunjung dikenakan tarif berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk mengakses kamar tersebut.

Baca Juga :  Simpang Batusapi Lumpuh Saat Puncak Arus Balik H+3 Lebaran, Wisatawan Palabuhanratu Terjebak Berjam-jam

Menurutnya, dengan tarif tersebut, pengunjung semestinya memperoleh informasi yang utuh mengenai sejarah bangunan, nilai budaya, serta latar belakang keberadaan Kamar 308 sebagai bagian dari kawasan bersejarah.

β€œKalau memang menjadi daya tarik wisata, harus ada edukasi yang jelas. Masyarakat datang bukan hanya mendapatkan cerita, tetapi juga memahami sejarahnya,” ungkapnya.

Firman mengingatkan bahwa Grand Inna Samudra Beach Hotel merupakan salah satu hotel yang dibangun atas gagasan Presiden Soekarno pada 1962 sebagai bagian dari pengembangan pariwisata nasional. Karena itu, nilai sejarah dan identitas bangunan tersebut perlu dijaga agar tidak tertutupi oleh narasi yang lebih menonjolkan unsur mistis.

Baca Juga :  Demo Tolak UU TNI Ricuh, Ketua DPRD Sukabumi: Ada Penyusup!

β€œKamar 308 adalah bagian dari identitas Palabuhanratu. Jangan sampai potensi sejarah yang besar tertutup oleh aktivitas yang justru mengurangi makna tempat tersebut,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen Grand Inna Samudra Beach Hotel belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya konten supranatural maupun aktivitas yang dikaitkan dengan perburuan benda pusaka di Kamar 308.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Ramai Konten Buru Pusaka di Kamar 308 Samudra Beach, Budayawan Palabuhanratu Minta Nilai Sejarah Tetap Dijaga

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru