CORONGSUKABUMI.com – Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi terus diarahkan agar tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Keterlibatan berbagai perangkat daerah hingga pemerintah desa menjadi bagian penting untuk memastikan upaya pencegahan dan penanganan berjalan secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Sukabumi Andreas mendorong penguatan kerja sama tersebut agar program yang dijalankan dapat menjangkau sasaran secara lebih luas. Ia mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara secara virtual dari Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/9/2026).
Dalam agenda itu, Andreas didampingi Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha bersama sejumlah perangkat daerah. Forum tersebut membahas penguatan komitmen dan koordinasi dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di wilayah regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres selaku Wakil Ketua Pelaksana TPPS Bidang Advokasi dan Komitmen Kepemimpinan, Eddy Cahyono Sugiarto, menekankan pentingnya memastikan seluruh kelompok sasaran memperoleh intervensi yang tepat dan berkualitas.
Peningkatan cakupan dan mutu intervensi prioritas menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam upaya tersebut. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, angka stunting nasional tercatat 19,8 persen dan diharapkan terus ditekan untuk mencapai target RPJMN 2025-2029.
Eddy juga berharap komitmen yang dibangun di daerah dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Koordinasi antarpihak dinilai perlu terus diperkuat, terutama untuk mendukung pelaksanaan program di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Setwapres, Mita Aprianti, menyampaikan bahwa kegiatan itu menjadi bagian dari tugas Sekretariat Wakil Presiden dalam mengawal implementasi Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Ia menilai keterlibatan pimpinan daerah diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program sehingga pencegahan dan percepatan penurunan stunting tetap menjadi bagian dari prioritas pembangunan.
“Forum ini menjadi ruang untuk menyinkronkan kebijakan, bertukar pengalaman, serta mengidentifikasi kendala pelaksanaan program di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Andreas menempatkan penanganan stunting sebagai salah satu bagian dari agenda pembangunan Kabupaten Sukabumi. Upaya tersebut berkaitan dengan penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pelaksanaan intervensi membutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga koordinasi tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten.
“Yang harus ditekankan adalah kerja sama antar-OPD, sampai nanti ke tingkat desa,” katanya.
Ia berharap kerja sama yang semakin kuat dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi agar berjalan lebih efektif.
Rakor tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Percepat Penanganan Stunting, Wabup Sukabumi Tekankan Sinergi hingga Tingkat Desa










